Jumat, 17 Februari 2012

RPP KLEAS VIII SEMERTER 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
BERKARAKTER
(RPP)


MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER: VIII/2





















Nama Guru : Agus Imam, S.Pd
Pembina / IVa
NIP. 196508031988031015











SMP NEGERI 3 BABAT
KABUPATEN LAMONGAN






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KELAS VIII SEMESTER 2
K.D.9.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 9. Memahami isi berita radio/televisi
Kompetensi Dasar 9.1 Mene¬mu¬kan pokok-pokok berita (apa, siapa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaima¬na) yang di-dengar atau ditonton me¬lalui radio/te¬levisi
Indikator • Mampu menemukan pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok berita dengan benar
• Mampu menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. Menemukan pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok berita dengan benar.
2. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar

II. Materi Pembelajaran
1. Menemukan pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok berita
Teks berita :
..................................

2. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar


III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Diskusi
3. Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A. Kegiatan Awal:
1. Guru menampilkan cuplikan rekaman pembacaan berita dari TV atau radio atau CD. (ingin tahu)
2. Guru melakukan menanyakan pengalaman siswa terkait membaca berita dan hal-hal pokok yang dapat diperoleh dari berita.

10 menit

Pemodelan
Tanya Jawab
B. Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca teks berita yang telah disiapkan dari Koran atau majalah. (mandiri, ingin tahu, tanggung jawab)
2. Siswa menjawab pertanyaan tentang isi teks berita untuk menemukan pokok-pokok berita (kapan, dimana, siapa, mengapa, bagaimana) (ingin tahu)


60 “
Diskusi
Inkuiri
C. Kegiatan Penutup
1. Guru menilai dan menanggapi hasil kerja siswa
10 “
Tanya Jawab
Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kegiatan siswa dalam menemukan pokok-pokok berita pada pelajaran sebelumnya.

2. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan pada pelajaran sebelumnya.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar. (kerja keras, mandiri, tanggung jawab)
2. Siswa membacakan hasil pekerjaannya untuk dikomentari teman yang lain. (tanggung jawab)


60 “

Diskusi
C.Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan
kesulitan siswa dalam menemukan pokok-
pokok berita yang dibacanya.,
2. Siswa menyimpulkan pelajaran
10 “
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR

Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII BSE
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII

VI. PENILAIAN
a. Teknik : Tes Unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Unjuk kerja dan proses
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen No. Soal
9. Memahami isi berita radio/televisi 9.1 Mene¬mu¬kan pokok-pokok berita (apa, siapa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaima-na) yang di¬dengar atau ditonton me¬lalui radio/te¬levisi
1. Disajikan naskah berita, siswa, menjawab tentang isi berita.

2. Disajikan naskah berita, siswamenemukan pokok –pokok berita
1


2

d. Soal Penilaian
Bacalah teks berita berikut , kerjakan tugas berikut ini :

Sudah Telan 40 Korban
Serangan demam berdarah dengue (DBD) kian meluas dan mengganas. Hingga kemarin, dari data yang dihimpun Radar di Rumah Sakit Panti Waluyo (RKZ), Rumah Sakit Tentara Soepraoen (RSTS), dan Rumah Sakit Islam Aisyiah (RSIA), jumlah penderita terus menunjukkan peningkatan tajam.
Penderita terbaru tercatat tiga orang dari Jl. Anyelir 8 Kota Malang, yakni Eddo, 17; Nawasista, 39; dan Fitra, 3. Tiga orang tersebut adalah satu keluarga yang masuk dini hari kemarin di RKZ. Dengan tambahan itu, secara kumulatif di RKZ ada 25 penderita terhitung mulai awal Oktober. Sisanya tersebar di RSI, RST Soepraoen, dan RS Lavallete. Totalnya 40 pasien.
Menurut salah seorang anggota keluarga mereka, Jumat kemarin di kampungnya telah dilaksanakan pengasapan (fogging). Ironisnya, dini hari setelah pengasapan itu tiga anggota keluarganya harus menjalani rawat inap karena DBD. “Malam-malam mas bawanya ke rumah sakit. Ketahuannya malam hari itu,” kata seorang wanita di rumah tersebut.
Sementara di RST tercatat satu penderita di ruang anak-anak Paviliun Nusa Indah. Satu penderita itu adalah Awang Shinta, 8. Dia tak lain adalah kakak kandung dari Awang Akbar Rafsanjani 2,5 tahun, warga Jl. Kemantren III Gg. 3 No. 12 yang meninggal Jumat lalu akibat serangan DBD pada Kamis sebelumnya.
Sedangkan di RSIA, hingga saat ini tercatat delapan orang penderita. Dua orang dari Klayatan Gg. III, seorang dari Perumahan Sawojajar I, seorang dari Kasin Gg. Keramat, seorang dari Jl. Kematren, seorang dari kecamatan Dau, dan seorang lagi dari Kebonagung. Sedangkan satu lagi warga dari Klayatan Gg. II masih berstatus suspect (diduga DBD).
(Dikutip dari Jawa Pos dengan perubahan seperlunya )

Jawablah pertanyaan berikut!
1. a. Peristiwa apa yang diinformasikan dalam berita itu ?
b. Siapa yang terlibat dalam berita itu ?
c. Dimana berlangsungnya peristiwa itu ?
d. Kapan terjadinya peristiwa itu ?
e, Mengapa peristiwa itu terjadi ?
f. Bgaiamana awal dan akhir peristiwa itu ?
2. Carilah contoh berita dan tulislah pokok – pokoknya !

e. Pedoman Penskoran menuliskan pokok-pokok berita kegiatan kelompok!

No Nama Ketepatan Isi Ejaan Jml. Skor Nilai
1 2 3 4 1 2 3 4








Keterangan: 1 = kurang 3 = baik
2 = cukup 4 = sangat baik

Skor = jumlah skor diperoleh X 100
Skor maksimal( 8)

..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................




............................................................ .................................
NIP/ NIP .............................












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.9.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 9. Memahami isi berita radio/televisi
Kompetensi Dasar 9.2 Mengemu¬kakan kem¬ba¬li berita yang dide¬ngar/ditonton melalui radio/ televisi
Indikator • Mampu menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
• Mampu merangkai pokok-pokok berita secara bervasiasi menjadi teks berita
• Mampu menyunting berita yang ditulis
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)


I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
2. Merangkai pokok-pokok berita secara bervasiasi menjadi teks berita
3. Menyunting berita yang ditulis


II. Materi Pembelajaran
1. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
Pokok-pokok berita meliputi pertanyaan – pertanyaan pokok : ASDiBiMeGa atau AdiK SiMBa
Apa Apa
Siapa Dimana
Dimana atau Kapan
Bilamana / Kapan Siapa
Mengapa Mengapa
Bagaiamana Bagaimana

Contoh :
Apa = Bencana alam
Dimana = Aceh
Kapan = 26 Desember 2005
Siapa = Warga Aceh
Mengapa = Terkena musibah
Bagaimana = Banyak yang meninggal

2. Merangkai pokok-pokok berita secara bervasiasi menjadi teks berita
Pada tanggal 26 Desember 2005 warga masyarakat Aceh terjena musibah bencana alam yang mengakibatkan benyak warga yang meninggal.

3. Menyunting berita yang ditulis


III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
4. Diskusi






IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal
1. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan
cuplikan pembacaan berita dari TV atau CD.
2. Tanya jawab tentang materi sebelumnya.(ingin tahu)
10 menit
pemodelan
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa menyimak pembacaan berita dari TV atau Radio atau CD yang diperdengarkan dengan sungguh-sungguh. (kerja keras)
2. Siswa menjawab pertanyaan tentang isi teks berita untuk menemukan pokok-pokok berita.
3. Siswa merangkaikan pokok-pokok berita yang didengar menjadi teks berita dengan bahasa sendiri.(kreatif dan inovatif)


60 “
Pemodelan
Diskusi
Inkuiri
C.Kegiatan Penutup
a. Siswa menyimpulkan hasil pekerjaannya
b. Guru menilai dan menanggapi hasil pekerjaan siswa
10 “
Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dan melakukan apersepsi terkait kegiatan menyimak pembacaan berita dengan tanya jawab mengenai tugas siswa pada pertemuan sebelumnya.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menukarkan hasil pekerjaannya kepada temannya untuk disunting / disempurnakan (secara logis)
2. Siswa berdiskusi tentang hasil pekerjaan temannya. (kerja sama)

60 “

Diskusi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa menyimpulkan hasil pekerjaannya.
2. guru memutarkan kembali rekaman pembacaan berita untuk disimak siswa.
10 “
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IX Penerbit Yudistira Hal.80
Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.126
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII

VI. PENILAIAN
a. Teknik : Tes
b. Bentuk Instrumen : Portofolio
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
9. Memahami isi berita radio/televisi 9.1 Mene¬mu¬kan pokok-pokok berita (apa, siapa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaima¬na) yang di-dengar atau ditonton me¬lalui radio/te¬levisi
1. Disajikan naskah berita, siswa menulis pokok berita.
2. Siswa merabgkai pokok berita menjadi naskah / teks berita
3. Disajikan naskah berita, siswa menyunting nya benjadi teks yang benar.


d.Soal Penilaian
Simaklah pembacaan teks berita berikut, kerjakan tugas berikut ini!



Emas Plus Rekor dari Penggembala Kambing

NAKHON RATCHASIMA-Seulas senyum menghiasi wajah lifter Indonesia Eko Yuli Irawan ketika turun dari panggung lomba angkat besi SEA GAMES XXIV di Assembly Hall Nakhon Ratchasima Vocational College kemarin (8/12). Kedua telapak tangannya ditutupkan ke wajahnya sambil mengucap kalimat tanda syukur ”Alhamdulillah, saya rebut emas”.
Pelatih, ofisial, dan wartawan Indonesia pun ikut diliputi kebahagiaan dengan keberhasilan Eko tersebut. Lifter mungil dengan berat badan 55,55 kg itu (kelas 56) meraih emas dengan total angkatan 284 kg. Dia membuat angkatan 126 kg untuk snatch dan 158 kg untuk clean & jerk.
Atlet asal lampung itu mengalahkan peringkat dua dunia asal Vietnam Hong Anh Tuan yang hanya mampu mengoleksi total angkatan 281 kg, 128 kg untuk snatch dan 153 kg untuk clean & jerk. Dengan prestasinya ini, Eko sekaligus memecahkan rekor SEA Games di kelas 56 kg atas nama atlet seniornya Jadi Setiadi yang dibuat di SEA Games XXII tahun 2003.
Eko bakal mendapat bonus 200 juta dari pemerintah. Dengan bonus tersebut, Eko berkeinginan membangun rumah untuk kedua orang tuanya karena sampai hari ini masih belum memiliki rumah sendiri. Motivasi mulya itulah yang menjadi salah satu kiat suksesnya. Dia juga ingin memiliki kambing kembali di tanah kelahirannya. Sebelum bergabung dalam pelatnas angkat besi, kesibukannya sehari-hari adalah menggembala kambing.

Dikutip dari Jawa Pos, Edisi Minggu 9Desember 2007, halaman 1&15.

Jawablah pertanyaan berikut!
1. a. Peristiwa apa yang terdapat dalam teks berita itu ?
b. Bagaimana peristiwa itu terjadi ?
c. Siapa saja yang terlibat dalam berita itu ?
2. Tulislah pokok – pokok itu menjadi sebuah kalimat.
3. Suntinglah teks berita yang telah kamu buat tersebut !

1. Pedoman Penskoran kegiatan kelompok
No Nama Ketepatan Isi Kelengkapan isi Ejaan Jml. Skor nilai
1 2 1 2 3 4 3 4 1 2 3 4







..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/ NIP .............................










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.10.1.
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler

Kompetensi Dasar 10.1 Menyam¬paikan perse¬tujuan, sang¬gahan, dan penolakan pendapat da¬lam diskusi disertai de¬ngan bukti atau alasan
Indikator • Mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang baik dan argumentatif

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. Menyampaikan persetujuan dalam diskusi dengan etika yang baik dan santun.
2. Menyampaikan sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang baik dan argumentatif dengan santun

II. Materi Pembelajaran
1. Menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang baik dan argumentatif
Memberikan sanggahan dalam adu pendapat disertai bukti. Untuk membahas suatu masalah , dilakukan berbagai diskusi. Dalam kegiatan ini, siswa berlatih mengemukakan pendapat dan menyanggah pendapat/ menolak usul yang ada dalam diskusi. Siswa akan memperbincangkan masalah sinema remaja yang ditayangkan televisi dalam suatu diskusi.
Bahan diskusi.
Secara berkelompok, bacalah teks berikut !

Sinema Remaja Tanyangan Televisi Kita
Setelah sukses A2DC ( Ada Apa Dengan Cinta ) menyedot pemirsa remaja, banyak sineas dan produser melirik pasar baru untuk bisnis hiburannya. Akibatnya, jangan heran jika puluhan sinema remaja setiap pekannya diputar diberabagai stasiun televisi lokal. Semua bercerita tentang remaja. Persoalannya, bagaimana dengan muatan yang dibawa sinema – sinema tersebut ?
..................................
( dikutip dari Buku Bahasa Indonesia SMP kelas VIII, Depdiknas, halaman 138)

III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
4. Diskusi

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi Tanya jab pengalaman siswa dalam berdiskusi atau melihat. diskusi di TVRI. (ingin tahu)
2. Siswa menyimak rumusan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.

10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa menyimak pemutaran rekaman kegiatan diskusi dari salah satu TV dengan sungguh-sungguh. (kerja keras)
2. Siswa mengemukakan tata cara diskusi (menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, menolak, dll) dari hasil menyimak.
3. Siswa menerima rumusan bahan untuk diskusikan dalam kelompok.
4. Siswa berdiskusi dalam kelompok masing-masing menjawab permasalahan yang diberikan guru.(kerja sama)

60 “
Pemodelan
Diskusi
Inkuiri
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa menanyakan kesulitan dalam berdiskusi.
2. Guru memberikan tanggapan dan memberikan nilai.
10 “
Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan mengadakan apersepsi (menanyakan tugas yang diberikan ke siswa pada pelajaran sebelumnya)
2. Siswa mempersiapkan tugas pertemuan yang lalu
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa memperagakan kegiatan diskusi sesuai dengan rumusan kelompok di depan kelas. (kerja sama)
2. Siswa kelompok lain mengemukakan kalimat persetujuan dengan etika yang baik. (santun)
3. Siswa dalam kelompok lain mengemukakan sanggahan dan penolakan dengan bahasa dan etika yang baik disertai argumentasi yang logis. (berpikir logis)
4. Siswa penilai memberikan komentar terkait persetujuan, sanggahan, dan penolakan yang disampaikan peserta diskusi dengan memperhatikan etika berbicara. (santun)

60 “

Diskusi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan kesulitan dalam berdiskusi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

10 “
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR

Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.138
LKS Bahasa Indonesia MGMP BIND. Kab. Malang kelas VIII

VI. PENILAIAN
a. Teknik : Unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Uji kerja dan produk
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
10. Mengemu -kakan pikiran, perasaan, dan informasi mela -lui kegiatan diskusi dan protokoler 10.1 Menyam¬paikan perse¬tujuan, sang-gahan, dan penolakan pendapat da¬lam diskusi disertai de-ngan bukti atau alasan 1. Disajikan teks bacaan, siswa menemukan sanggahan.
2. Disajikan teks bacaan, siswa menemukan pendapat yang sesuai dan tidak sesuai.
3. Disajikan teks bacaan, siswa menemukan sanggahan dan penolakan yang muncul dalam diskusi.
d. Soal Penilaian
1. Bagaimana pendapat kelompokmu terhadap pendapat yang terdapat dalam teks ?
2. Tulislah pendapat yang sesuai dan pendapat yang tidak sesuai!
3. Tulislah sanggahan yang muncul dan penolakan usul yang muncul dalam diskusi !

a. Pedoman Penskoran kegiatan diskusi

No Nama Siswa Kegiatan diskusi Jumlah skor
Keaktifan Kerjasama Kesungguhan















Skor : A = 9—10 C = 6—7
B = 7.5 – 8.5 D = kurang dari 6


Kriteria penilaian skor = skor didapat siswa X 100
Skor maksimal (30)



..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/ NIP .............................








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.10.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi
melalui kegiatan diskusi dan protokoler

Kompetensi Dasar 10.2 Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan
benar serta santun
Indikator • Mampu menyimpulkan tata cara protokoler pembawa acara dalam berbagai acara dengan logis
• Mampu menunjukkan garis besar susunan acara dengan benar.
• Mampu membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks acara
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. menyimpulkan tata cara protokoler pembawa acara dalam berbagai acara dengan logis
2. Menunjukkan garis besar susunan acara dengan benar
3. Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks acara

II. Materi Pembelajaran
1. menyimpulkan tata cara protokoler pembawa acara dalam berbagai acara
2. Menunjukkan garis besar susunan acara
Contoh susunan acara : SUSUNAN ACARA PERPISAHAN SISWA KELAS IX
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an
3. Laporan ketua panitia
4. Sambutan – sambutan : a. Kesan dan Pesan siswa kelas IX
b. Sambutan perwakilan wali murid
c. Sambutan Kepala Sekolah
5. Ceramah Pendidikan
6. Hiburan
7. Penutup / Do’a

3. Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks acara
Pembawa acara aaharus bisa meyakinkan pedengar. Untuk itu , suara harus keras, penampilan tenang. Selipkan humor saat – saat tertentu.

III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
4. Pelatihan

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru menampilkan cuplikan kegiatan pembawa acara
2. Guru menayakan ke siswa mengenai pengalamannya sebagai pembawa acara.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

10 menit
Tanya Jawab
1. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan pomodelan pembawa acara yang disiapkan guru.
2. Siswa berdiskusi untuk menemukan tata cara dan hal-hal yang harus dilakukan sebagai pembawa acara dan tat urutan acara. (kerja sama)
3. Siswa menyusun rumusan suatu acara untuk ditampilkan dengan benar. (kerja keras)
4. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan dalam diskusi kelompok untuk dikomentari temannya dengan santun. (santun)
5. Siswa berlatih membawakan susunan acara. (santun)

60 “
Pemodelan
Diskusi
Inkuiri
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan kesulitannya dalam belajar sebagai pembawa acara.
2. Siswa menyimpulkan hasil akhir tugas.
10 “
Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal
1. Guru membuka pelajaran dengan menanyakan kegiatan siswa pada pertemuan sebelumnya.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa secara bergantian berperan sebagai pembawa acara suatu kegiatan di depan kelas. (bertanggung jawab)
2. Siswa kelompok lain memberikan komentar dan penilaian dengan santun (santun).


60 “
Demontrasi
Diskusi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan
kesulitannya sebagai pembawa acara.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran. menanggapi dan menilai penampilan siswa dengan logis.)berpikir logis)
10 “
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR

Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depsiknas Hal.148
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII

VI. PENILAIAN
a. Teknik : Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Unjuk kerja dan produk.
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
10. Mengemukakan pikiran, perasa -an, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler
10.2 Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun
Siswa membaca kan / membawakan susunan acara didepan kelas secara bergiliran.
d. Soal Penilaian
Bacalah susunan acara berikut ini !

SUSUNAN ACARA PERPISAHAN SISWA KELAS IX
Tahun 2008

1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an
3. Laporan ketua panitia
4. Sambutan – sambutan : a. Kesan dan Pesan siswa kelas IX
b. Sambutan perwakilan wali murid
c. Sambutan Kepala Sekolah
5. Ceramah Pendidikan
6. Hiburan
7. Penutup / Do’a

3. Pedoman Penskoran sebagai pembawa acara

No Nama siswa Aspek yang dinilai Skor Jumlah skor
Vokal Bahasa Penampilan









Skor : 4 = sangat baik
Skor 3 = Baik
2= Cukup
1 = kurang


Kriteria penilaian skor = skor didapat siswa X 100
Skor maksimal (12)





Kriteria penilaian
..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................


............................................................ .................................
NIP/ NIP .............................













RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.11.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca nyaring
Kompetensi Dasar 11. 1 Menemu¬kan masalah utama dari berbagai beri¬ta yang ber¬topik sama melalui mem¬baca eks¬ten¬sif

Indikator • Mampu mendata masalah-masalah dari tiap-tiap berita
• Mampu menentukan masalah utama dari tiap-tiap berita
• Mampu menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan membandingkan beberapa berita
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. mendata masalah-masalah dari tiap-tiap berita tentang kepahlawanan (nasionalis)
2. Menentukan masalah utama dari tiap-tiap berita dengan logis (berpikir logis)
3. Menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan membandingkan beberapa berita (kreatif)

II. Materi Pembelajaran
1. mendata masalah-masalah dari tiap-tiap berita
Berita 1:
………………………

Berita 2 :
……………………….

Berita 3:
……………………….
2. Menentukan masalah utama dari tiap-tiap berita
Dari berita – berita diatas, masalah utama yang dibahas adalah :
Berita 1:
………………………

Berita 2 :
……………………….

Berita 3:
……………………….


3. Menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan membandingkan beberapa berita
Kesimpulan dari ketiga berita tersebut adalah


III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (menanyakan pengalaman siswa dalam membaca teks berita)
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca naskah berita yang sudah disediakan .
2. Siswa menjawab pertanyan tentang isi berita.
3. Siswa mendiskusikan permasalahan yang ada dalam bacaan (berpikir logis)


60 “
Pemodelan
Diskusi
Inkuiri
C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru menyimpulkan hasil pekerjaannya.

10 “
Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A. Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang berita dimedia elektronik.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa mempersiapkan diri untuk mendengarkan berita dari radio ,televisi atau kaset rekaman berita
2. Dengan diskusi, siswa menyimpulkan masalah yang utama dari berita yang didengar.
3. Siswa membandingkan penyajIan berita dari radio dan televisi.

60 “
Pemodelan
Diskusi
C.Kegiatan Penutup
Guru membahas dan memberikan nilai hasil pekerjaan
siswa.
10 “
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR

Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Yudistira Hal.101
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.102-103 ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 21

VI. PENILAIAN
a. Teknik : Unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Portofolio
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen No soal
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca eksten sif, membaca intensif, dan mem -baca nyaring 11. 1 Menemu¬kan masalah utama dari berbagai beri¬ta yang ber-topik sama melalui mem-baca eks¬ten¬sif
1. Disajikan teks berita , siswa menemukan masalah dari masing – masing berita
2. Disajikan beberapa teks berita, siswa menyimpul- kan masalah utama yang dibahas. 1.


2
d. Soal Penilaian
Bacalah teks berita berikut, kerjakan tugas berikut ini :
1. Tulislah masalah utama berita yang kamu dengar!
2. Buatlah kesimpulan dari beberapa berita yang kamu baca !





e. Pedoman pengamatan kelompok
Nama siswa
( kelompok ) Aspek dan Skor Jumlah skor Nilai
Keaktifan Kerjasama kesungguhan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4













Skor : 4 = sangat baik
3 = Baik
2= Cukup
1 = kurang


Kriteria penilaian skor = skor didapat siswa X 100
Skor maksimal (12)





..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/ NIP .............................














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.11.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca nyaring
Kompetensi Dasar 11.2 Menemu¬kan informasi untuk bahan diskusi mela¬lui membaca intensif

Indikator • Mampu mendata informasi yang problematik dan atau kontradiktif dari bacaan
• Mampu merumuskan masalah dari data yang diperoleh untuk bahan diskusi

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)


I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. Mendata informasi yang problematik dan atau kontradiktif dari bacaan dengan benar
2. Merumuskan masalah dari data yang diperoleh untuk bahan diskusi secara logis


II. Materi Pembelajaran
1. Mendata informasi yang problematik dan atau kontradiktif dari bacaan
Bacaan : LKS VIII BIND- MGMP 2008 halaman 18
ADU CERDIK BANDAR-POLISI
Perjudian memang sudah ada sejak lama. Selama itu pula penyakit masyarakat ini sulit dihilangkan. Polisi sebagai aparat penegak hukum pun merasa kuwalahan untuk memberantas jenis kejahatan yang masuk nomor urutan pertama atensi Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Sumawiredja ini.
Kendati peraturan yang diterapkan cukup tegas, namun bukan berarti para pengusaha perjudian dalam hal ini Bandar, pasrah dan menyerah. Mereka pun beradu kecerdikan dengan polisi untuk melakukan bisnis ini secara diam-diam.
Penelusuran koran ini pada sejumlah pengepul dan pengecer judi togel yang telah berhasil tertangkap polisi dan telah bebas dari penjara, rata-rata mengaku tidak putus asa kembali menekuni pekerjaan yang sama. Sebut saja Bondet dan Bondan yang ditemui di sekitar Pasar Kebalen, Kecamatan Kedung Kandang, sepekan silam.
Dua lelaki berusia 30-an tahun ini mengaku sekarang banyak celah membuka bisnis togel yang telah ditutup polisi. “Memang benar hampir semua lini sudah dihadang. Andaikan ada yang bisa buka, paling itu adalah mata-mata polisi yang sengaja diciptakan untuk membongkar jaringan judi yang selama ini memang cukup kuat dan tertutup,” kata Bondet, residivis kasus judi togel saat ditemui di sebuah warung kopi.
Akibat langkah tegas itu, pria berkepala plontos ini mengatakan, banyak inovasi yang dilakukan untuk bersaing strategi dengan polisi. Di antaranya tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional, yakni banyak digunakan sebelum 2005.
Cara konvensional itu diantaranya menggunakan lembaran kupon dan ada rekapan (catatan) baik buku atau lembaran kertas serta alat tulis. Selain pada tataran teknis yang mudah terbaca polisi, juga pada tingkatan jaringan yakni antar pengecer, pengepul, dan bandar yang satu dengan yang lainnya saling mengenal.
Namun sekarang pelaku makin cerdik dan memanfaatkan teknologi komunikasi sebagai pengganti cara konvensional. Misalnya, mereka sudah banyak yang memakai HP, faks, bahkan internet. Begitu juga cara pembayaran yang dilakukan antara mereka jarang dilakukan langsung, namun melalui transferbank dan penerbitan cek.
Cara itu ditempuh untuk menyulitkan polisi dalam melakukan pembuktian. Hal yang sama juga dilakukan dengan merapikan jaringan dengan menutup diri dengan lainnya. “Sekarang antara pengecer, pengepul, hingga ke Bandar jarang ada yang saling kenal. Semuanya dilakukan secara tertutup dengan menggunakan jasa kurir,” tambahnya.Dengan cara itu, diharapkan polisi tidak bisa masuk ke jaringan inti. Apalagi membekuk si Bandar. Kalau mau jujur, kata Bondet, pengecer dan pengepul adalah orang yang sengaja diciptakan oleh Bandar untuk melindunginya dari aparat keamanan.
Menambah keterangan Bondet, penjudi lainnya, Bondan yang duduk bersebelahan mengaku perbuatan yang dia lakukan memang salah di mata hukum. Namun, karena himpitan ekonomi, mereka pun tidak patah semangat untuk kembali mengulang pekerjaan yang pernah membawa mereka masuk penjara dan dicap masyarakat sebagai narapidana.
“Mau kerja apa lagi, wong sekarang mencari pekerjaan susah. Terlebih kami telah berpredikat sebagai narapidana, semakin sulit orang yang mempercayai kami untuk memberikan perkerjaan,” tambahnya.
Meski mengaku saat itu dia kerap kucing-kucingan dengan petugas, namun dia bisa memahami tugas polisi untuk memberantas perjudian. “Ketika masih di lapangan dia merasa polisi juga manusia yang memiliki jiwa-jiwa kemanusiaan dan kepekaan sosial. Sehingga di lapangan kerap dia temui banyak bentuk-bentuk toleransi-toleransi yang diberikan. Misalnya, jika seorang tukang becak atau pemulung yang telah berusia lanjut terpegok menjadi pengecer judi, ada saja yang diamaafkan dan disuruh meninggalkan lokasi karena masih merasa kasihan.
Sebagai gantinya, polisi minta informasi nama pengepulnya. Apabila di media massa selama ini banyak memberitakan tersangka judi togel adalah dari kalangan kelas bawah, menurut kacamata Bondan, polisi sudah kepepet lantaran dikejar target perolehan ungkap kasus oleh komandannya. “Jujur saja, anggota yang melakukan penangkapan sebenarnya tidak tega. Sehingga mereka melakukannya dengan terpaksa,” imbuhnya.



2. Merumuskan masalah dari data yang diperoleh untuk bahan diskusi

Yang perlu dilakukan ketika menjadi penyaji diskusi:
(1) Baca berbagai buku, majalah, koran, atau media lain yang membahas topik.
(2) Jika perlu lakukan wawancara dengan para ahli atau pelaku yang menguasai topik dengan baik.
(3) Rumuskan masalah yang akan dibahas.
(4) Tentukan pokok-pokok pikiran yang akan dibahas.
(5) Mengembangkan pokok-pokok pikiran menjadi karangan atau makalah yang siap disajikan.
(6) Siapkan alat bantu presentasi jika memungkinkan.
(7) Berlatihlah melakukan presentasi jika belum berpengalaman.
(8) Tanggapai pertanyaan, masukan, dukungan atau sanggahan dengan jelas, tegas dan sopan
Yang perlu dilakukan ketika menjadi peserta diskusi:
(1) Segera membaca makalah tersebut.
(2) Tandai bagian-bagian yang salah cetak, tulis, pengurutan, atau logika untuk bahan memberi masukan
(3) Tandai istilah, frase, kalimat, atau pernyataan yang tidak kalian pahami untuk bahan pertanyaan.
(4) Tandai bagian/ pernyataan yang tidak disetujui untuk bahan menyanggah.
(5) Tandai bagian/pernyataan penting dan mendasar yang disetujui untuk bahan memberi dukungan.
(6) Dengarkan dengan seksama saat penyajian, perhatikan jika ada ralat.
(7) Jika bermaksud menyampaikan pertanyaan, masukan, dukungan, atau sanggahan sampaikan dengan jelas, tegas, dan sopan.
Sebagai peserta diskusi harus mampu:
(1) Mendata informasi yang problematis yaitu mencatat informasi yang menimbulkan masalah
(2) Mendata informasi yang kontradiktif  yaitu mencatat informasi yang menimbulkan tanggapan setuju dan tanggapan tidak setuju.
(3) Merumuskan masalah  yaitu menyusun pertanyaan pengarah pembahasan berdasarkan data yang ada.
(4) Membaca intensif makalah  berupaya memperoleh informasi yang mendalam tentang isi makalah. Caranya dapat ditempuh dengan: (1) membaca dan memahami judul, latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan pembahasan (2) membaca dan memahami detail pembahasan dan kesimpulan , (3) mengikat pemahaman dengan menuliskan sikap penyaji yang tercermin dalam kesimpulan.



III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri



IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan apersepsi ( bertanya jawab terkait pengalaman siswa dalam berdiskusi
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca bacaan tentang Adu Cerdik Bandar-Polisi
(ingin tahu)
2. Siswa menemukan informasi yang problematik/
bertentangan dalam bacaan dengan menjawab panduan
pertanyaan bacaan pada buku siswa secara berdikusi.
(berpikir logis)
3. Siswa menyampaikan hasil kegiatannya di depan kelas. (percaya diri)
4. Siswa dari kelompok lain menanggapi penyajian dari kelompok penyaj dengan santuni (santun).
5. Siswa menyempurnakan hasil kegiatannya berdasarkan tanggapan kelompok lain.

60 “
Pemodelan
Diskusi
Inkuiri
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan kesulitan menemukan permasalahan problematic dari bacaan.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
3. Menutup pelajaran dengan berdoa bersama
10 “
Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan mengingatkan kegiatan siswa pada pertemuan sebelumnya.
2. Siswa dan guru membahas singkat tentang materi pada pertemuan pertama
3. Siswa berkelompok untuk berdiskusi
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Tiap kelompok membaca teks bacaan (tanggung jawab)
2. Siswa mendiskusikan isi bacaan dalam kelompok dengan mencatat rumusan masalah, pertanyaan, dan hasil diskusi. (kerja kelompok)
3. Tiap kelompok menjelaskan hasil diskusinya di depan kelas.
4. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan terhadap penyajian kelompok penyaji. (santun)

60 “

Diskusi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa menyimpulkan hasil pekerjaannya.
2. Guru memberikan komentar dan memberikan nilai pada hasil kerja siswa.
10 “
Tanya jawab

V. BELAJAR

Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Yudistira Hal.80
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.137
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 68


VI. PENILAIAN
a. Teknik : Pelaporan
b. Bentuk Instrumen : Portofolio dan Proses
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca nyaring 11.2 Menemu-kan informasi untuk bahan diskusi mela¬lui membaca intensif
Disajikan bacaan, siswa mencari masalah utama yang bisa dijasikan bahan diskusi

d. Soal Penilaian
Bacalah bacaan berikut , kerjakan secara berkelompok ( 2 anak ) tugas berikut ini :
1. Tulislah pokok pokok buku yang kamu baca!
2. Bacalah hasil kerja kelompok didepas kelas !
3. Berikan komentar secara lisan pada hail kerja kelompok lain.

e. Pedoman Penskoran diskusi

Nama siswa
( kelompok ) Aspek dan Skor Jumlah skor Nilai
Keaktifan Inisiatip Kerja sama
1 2 3 1 2 3 1 2 3















..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.12.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar : 12.1 Menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan
Populer
Indikator (1) Mampu menulis pokok – pokok isi buku ilmu pengetahuan populer
(2) Mampu merangkai data pokok-pokok buku menjadi rangkuman
(3) Mampu menyunting rangkuman
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1). Menulis pokok – pokok isi buku ilmu pengetahuan populer
2). Merangkai data pokok-pokok buku menjadi rangkuman
3). Menyunting rangkuman

II. Materi Pembelajaran
1). Menulis pokok – pokok isi buku :
Contoh Buku:
Judul buku : Anggaran Belanja Keluarga
Penulis : Cuco
Penerbit : Gramedia
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1995
Tebal buku : 54 halaman

Anggaran belanja keluarga sangat penting dalam kehidupan keluarga. Anggaran belanja keluarga umumnya terdiri dari kegiatan mencatat pendapatan keluarga, membuat daftar pengeluaran setiap bulan, membuat kartu-kartu pos pengeluaran, dan mengisi amplop-amplop pos pengeluaran. Dalam anggaran belanja keluarga hendaklah memasukkan dana cadangan masa suram dan disarankan minimal mencapai 6 kali gaji.
Anggaran belanja keluarga mencakup sasaran jangka pendek dan jangka panjang. Untuk itu diperlukan berbagai pos penyisihan sesuai dengan target yang diinginkan. Susunlah sasaran sesuai dengan prioritas dan kebutuhan, adakanlah simpanan sampai target tercapai, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jadilah anggota Koperasi Simpan Pinjam yang memiliki tujuan yang sama. Karena anggota dapat menyimpan uangnya, dapat meminjam uang, dan dapat memperoleh nasihat keuangan.
Menutup kebocoran dalam anggaran belanja rumah tangga sangat penting. Untuk itu, lakukanlah pembicaraan sasaran Anda dengan anggota keluarga. Kalau sudah ditentukan jangan sampai belanja di luar perhitungan. Aturlah keuangan Anda seperti perusahaan yang sukses. Sadari bahwa kesuksesan anggaran belanja keluarga adalah kesuksesan Anda sendiri. Cari dan tutuplah kebocoran-kebocaran kecil pengeluaran keuangan yang sia-sia bersama anggota keluarga. Lakukanlah perubahan keuangan sekarang juga. Lepaskan barang-barang yang tidak merupakan kebutuhan pokok (udara, air, pangan, sandang, papan, dan transpot). Cari hiburan yang murah meriah. Jangan beli barang-barang kecil yang bersifat tak penting. Hemat dan gunakan barang yang bisa dipakai. Hindari merokok, minuman kemasan, dan camilan. Pilih yang murah tapi sehat dan bergizi.
Ada rahasia mengatur keuangan keluarga, baik yang punya hutang maupun yang tidak. Harus punya kemauan keras bebas dari hutang dan bertahan tanpa hutang. Lakukan berbagai penghematan dan menyimpan untuk dana cadangan. Simpan dahulu penghasilan sebelum membelanjakan. Sadari bahwa pinjaman itu menguras uang Anda. Biasakan membayar kontan dan bebas hutang. Tentukan sasaran sebelum belanja lengkap dengan anggarannya.
Mulai menyusun anggaran belanja. Kalau sudah, tahan belanja sebelum lihat anggaran. Hadapi kenyataan yang ada, belanja bulanan tidak pernah persis dengan anggaran, tapi jangan melebihi. Dalam menyusun anggaran diharuskan sudah mempunyai uang cadangan sejumlah satu atau dua kali gaji bulanan. Dana hari suram, tidak boleh diambil kecuali sangat darurat, dan harus segera diisi kembali. Adapun cara mencari dana hari suram meliputi: menyisihkan anggaran untuk hari suram; carilah pekerjaan tambahan atau sambilan; meminjam uang yang tanpa bunga dari famili, sahabat, atau yayasan sosial; meminta bantuan tidak dalam bentuk uang tetapi bentuk pertolongan tindakan.
Mengelola perusahaan sendiri sangat mempengaruhi anggaran belanja keluarga. Untuk itu, jangan mempertaruhkan dana hari suram untuk modal usaha karena keluarga harus terjamin. Modal usaha sebaiknya diambil dari dana simpanan tambahan. Sebaiknya jangan usaha dengan modal pinjaman. Jika tidak punya modal, cobalah bekerja sama dengan teman untuk mendirikan usaha bersama dengan aturan yang jelas. Pisahkan keuangan keluarga dengan keuangan perusahan agar kehidupan keluarga dan perusahaan tidak saling mengganggu. Dalam menjalankan usaha jangan mudah terpikat oleh ide-ide baru yang belum jelas. Suami-istri harus bertindak saling mengontrol dalam menjalankan anggaran belanja rumah tangga dan perusahaan.

2). Merangkai data pokok-pokok buku menjadi rangkuman

3). Menyunting rangkuman
Dari rangkuman yang ada diatas , sempurnakan menjadi lebih sempurna dari segi kalimat, kata maupun ejaan.

III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi Tanya jawab ke siswa untuk menyebutkan macam – macam buku yang pernah dibaca
2. Siswa menyebutkan cara membaca buku
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membentuk kelompok 2 atau 3 anak
2. Siswa memilih buku yang akan dibaca
3. Siswa membaca buku untuk menemukan pokok-pokok isi buku.
4. Siswa menulis pokok – pokok isi buku yang dibaca.
5. Siswa menyampaikan pokok-pokok isi buku yang dibaca dalam kelompoknya.


60 “
Pemodelan
Diskusi
Inkuiri
C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
bertanya jawab tentang kesulitan dalam menulis
pokok – pokok isi buku

10 “
Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi Tanya jawab ke siswa untuk mengemukakan pokok – pokok buku yang telah dibaca
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa berkumpul menurut kelompoknya masing - masing berdasarkan judul buku yang pernah dibaca .
2. Secara berkelompok siswa menyusun rangkuman berdasarkan pokok-pokok buku yang ditemukannya.
3. Secara berkelompok siswa menyunting rangkuman buku yang dibacanya.
4. Siswa membetulkan rangkuman isi buku berdasarkan masukan dari kelompok lain..


60 “

Diskusi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan menulis pokok – pokok buku
3. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 “
Tanya jawab


V. SUMBER BELAJAR

Buku – buku Pengetahuan
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Agus Supriatna Penerbit Grafindo Hal.102-
103 ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 21

VI. PENILAIAN
a. Teknik : Tes
b. Bentuk Instrumen : Portofolio
c Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
12 12.1. Menulis rang kuman buku ilmu pengetahuan Diberikan buku Pengetahuan, siswa menulis pokok – pokok buku dan membuat rangkuman


d. Soal Penilaian
Bacalah buku pengetahuan , kerjakan secara berkelompok ( 2 anak ) tugas berikut ini :
1. Tulislah pokok pokok buku yang kamu baca!
2. Buatlah rangakuman dari buku yang kamu baca !
3. Suntinglah / Betulkan teks berita berikut ini !

e. Pedoman Penskoran menulis

Nama siswa
( kelompok ) Aspek dan Skor Jumlah skor Nilai
Kesesuaian dengan isi buku Ejaan dan tanda baca Kelancaran
1 2 3 1 2 3 1 2 3






..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.12.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar : 12.2 Menulis teks berita secara sing¬kat, padat, dan jelas
Indikator 1). Mampu menulis topik berita
2). Mampu menulis pokok – pokok berita
3). Mampu merangkai data pokok-pokok berita
menjadi teks berita yang singkat, padat, dan jelas

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat
1).Mampu menulis topik berita
2). Mampu menulis pokok – pokok berita
3). Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi teks berita yang singkat,
padat, dan jelas

II. Materi Pembelajaran
1). menulis topik berita dengan kalimat yang singkat dan jelas
contoh : Teks bacaan berita
Sudah Telan 40 Korban
Serangan demam berdarah dengue (DBD) kian meluas dan mengganas. Hingga kemarin, dari data yang dihimpun Radar di Rumah Sakit Panti Waluyo (RKZ), Rumah Sakit Tentara Soepraoen (RSTS), dan Rumah Sakit Islam Aisyiah (RSIA), jumlah penderita terus menunjukkan peningkatan tajam.
Penderita terbaru tercatat tiga orang dari Jl. Anyelir 8 Kota Malang, yakni Eddo, 17; Nawasista, 39; dan Fitra, 3. Tiga orang tersebut adalah satu keluarga yang masuk dini hari kemarin di RKZ. Dengan tambahan itu, secara kumulatif di RKZ ada 25 penderita terhitung mulai awal Oktober. Sisanya tersebar di RSI, RST Soepraoen, dan RS Lavallete. Totalnya 40 pasien.
Menurut salah seorang anggota keluarga mereka, Jumat kemarin di kampungnya telah dilaksanakan pengasapan (fogging). Ironisnya, dini hari setelah pengasapan itu tiga anggota keluarganya harus menjalani rawat inap karena DBD. “Malam-malam mas bawanya ke rumah sakit. Ketahuannya malam hari itu,” kata seorang wanita di rumah tersebut.
Sementara di RST tercatat satu penderita di ruang anak-anak Paviliun Nusa Indah. Satu penderita itu adalah Awang Shinta, 8. Dia tak lain adalah kakak kandung dari Awang Akbar Rafsanjani 2,5 tahun, warga Jl. Kemantren III Gg. 3 No. 12 yang meninggal Jumat lalu akibat serangan DBD pada Kamis sebelumnya.
Sedangkan di RSIA, hingga saat ini tercatat delapan orang penderita. Dua orang dari Klayatan Gg. III, seorang dari Perumahan Sawojajar I, seorang dari Kasin Gg. Keramat, seorang dari Jl. Kematren, seorang dari kecamatan Dau, dan seorang lagi dari Kebonagung. Sedangkan satu lagi warga dari Klayatan Gg. II masih berstatus suspect (diduga DBD).
(Dikutip dari Jawa Pos dengan perubahan seperlunya )

2). Menulis pokok – pokok berita
- Berupa kalimat singkat
- Dicari dengan menggunakan kata tanya ( 5 W + 1 H ) atau ASDiBiMeGa ( Apa, Siapa, Dimana, Bilamana/ Kapan, Mengapa, Bagaimana ) atau ADiK SiMBa ( Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana )
Contoh :
- Apa yang diberitakan : wabah demam berdarah
- Siapa : warga Malang
- Dimana : Rumah sakit wilayah Malang
- Kapan : Hari Jumat dan Sabtu
- Mengapa : Terserang wabah demam berdarah
- Bagaimana : dirawat di rumah sakit.

3). Merangkai data pokok-pokok berita menjadi teks berita yang singkat,
padat, dan jelas
HARDIKNAS 2008
Pada tanggal 2 dan 3 Mei 2008 dilaksanakan lomba baca puisi dalam rangka memperingati Hardiknas tahun 2008. Lomba dilaksanakan di aula sekolah dengan juri guru bahasa Indonesia.

III. Metode Pembelajaran
Gambar peristiwa
Tanya jawab
Inkuiri
Demonstrasi
IV. Langkah – Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan Tanya jawab kepada siswa untuk memberikan contoh berita yang pernah didengar
2. Siswa menjelaskan isi berita yang pernah didengar
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menemukan cara mencari cara mudah menulis berita.
2. Siswa menuliskan pertanyaan – pertanyaan pokok berita.
3. Siswa memperhatikan gambar-gambar yang tersedia, lalu menyusun jawaban dari pertanyaan - pertanyaan pokok berkaitan dengan fakta yang terdapat dalam gambar-gambar tersebut.
4. Berdasarkan jawaban – jawaban singkat yang telah tersusun, siswa menulis kalimat – kalimat singkat tentang isi berita
5. Secara berkelompok siswa menyunting teks berita yang ditul




6 0 “ Diskoveri
Inkuiri


Diskusi Kelompok









C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
2. Siswa mendapatkan tugas untuk mendata hal-hal yang terdapat di lingkungan sekolahnya yang dapat diangkat sebagai berita dan menuliskan pokok-pokok beritanya dengan memperhatikan 5 W + 1 H


Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan tanya jawab tentang materi pertemuan pertama
2. Guru menyampaikan tujuan pelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B Kegiatan Inti:
1. Siswa membahas tugas yang diberikan
2. Beberapa siswa menulis tugas dipapan tulis
3. Siswa membuat kalimat kalimat singkat
4. Siswa mengembangkan kalimat yang ada menjadi sebuah paragraph/ teks berita.
5. Siswa menyunting naskah berita yang tersusun dengan memperhatikan ketepatan penggunaan kata, tanda baca, dan ejaan.

C. Kegiatan Penutup
A. Siswa dan guru melakukan refleksi


V. SUMBER BELAJAR
Gambar
VCD
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 2 dan 3

VI. PENILAIAN
1. Teknik : Unjuk karya
2. Bentuk Instrumen : Portofolio
3. Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
12 12.2. Menulis teks Berita
Disajikan sebuah gambar tentang suatu peristiwa, siswa :
a. Menulis topik berita
b. Menuliskan pokok pokok berita
c. Menyusun teks berita

4. Soal Penilaian
Perhatikan gambar berikut ini !
a. Apakah topik yang tepat dari gambar tersebut
b. Tulislah pokok pokok berita !
c. Buatlah teks berita dari pokok berita tersebut !
5. Pedoman Penskoran:
Kegiatan Skor
1. Siswa menuliskan data pokok berita yang diperoleh dari lingkungan sekolah: 5W + 1H atau ADIK SIMBA
a. Apa 1
b. Di mana 1
c. Kapan 1
d. Siapa 1
e. Mengapa 1
f. Bagaimana 1
Siswa tidak menuliskan apa-apa 0
1) Kembangkan data pokok berita men¬jadi sebuah teks berita!
Rubrik penilaian teks berita
No Aspek Deskriptor Skor Skor maksimum
1 Kelengkapan isi • Isi berita lengkap (terdapat 5 W + 1 H)
• Isi berita mendekati lengkap (ada 4 atau lebih unsur)
• Isi berita tidak lengkap (kurang dari 4 unsur berita) 2

1

0

2
2 Kesesuaian isi • Semua tulisan sesuai dengan data
• Sebagian kecil data tidak sesuai dengan tulisan
• Sebagian besar data tidak sesuai dengan tulisan
• Semua data tidak sesuai data dengan tulisan 3

2

1

0

3
3 Sistematika • Urut-urutan sesuai
• Urut-urutan tidak sesuai 1
0 2
4 Penggunaan ejaan dan tanda baca • Tidak ada kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca
• Terdapat sedikit kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca
• Sebagian besar penulisan ejaan dan tanda baca salah
• Penggunaan ejaan dan tanda baca salah semua 3

2

1

0

3
Jumlah Skor Maksimum 10


Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.
Perolehan Skor
Nilai akhir = ------------------------ X Skor Ideal (100) = . . .
Skor Maksimum (21)
e. Kunci Jawaban












..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
KD 12.3
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar : 12.3 Menulis slogan/poster untuk berbagai keperluan dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi, serta persuasi
Indikator 1). Mampu menulis slogan / poster sesuai dengan konteks
2). Mampu menyunting slogan / poster

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat
1). menulis slogan / poster sesuai dengan konteks
2). menyunting slogan / poster yang di buatnya


II. Materi Pembelajaran
1). Menulis slogan / poster sesuai dengan konteks
Contoh:
1. KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
2. BERSIH ITU INDAH
3. KECIL MENANAM SUDAH BESAR MEMANEN

Perhatikan kaitan tujuan dan visi kegiatan/ organisasi/ perusahaan dengan wujud slogan yang
dibuatnya berikut!
Kegiatan/ organisasi/ perusahaan Tujuan kegiatan/ organisasi Kalimat slogan
Penanaman pohon pada hutan gundul Meningkatkan kepedulian masyarakat pada kelestarian lingkungan Alamku, Alammu,
Alam kita
Mari Selamatkan Bersama
Sharp Menunjukkan keunggulan produk dibandingkan dengan produk lain yang sejenis Sharp,
Udara Bersih dan Sehat
Lebih Lama

Slogan adalah kalimat pendek yang menarik/ mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan tujuan/ visi suatu organisasi, kegiatan, golongan, atau perusahaan. Isi slogan menggambarkan visi, tujuan, dan harapan dari sebuah kegiatan/ organisasi/ perusahaan.

2. Mengenali ciri-ciri poster
Amati perbedaan contoh berikut
No Kalimat Jenis Kalimat
1
2
3
Mari Ciptakan lingkungan bersih dan indah.
Permata mitra remaja cerdas dan bertaqwa.
Untuk masakan pedas kasih aja sambel ABC! Poster
Slogan
iklan
Poster adalah plakat (kertas ditempelkan pada dinding) berupa pengumuman atau iklan yang dipasang di tempat
Umum (biasanya disertai gambar)
Dalam Menyusun poster, slogan, dan iklan perlu memperhatikan:
1. pilihan kata : abtratif (mempunyai daya tarik, sehingga menimbulkan rasa ingin tahu)
2. kalimat : singkat, padat, menarik, mudah dipahami.
3. Ilustrasi : menarik dan sugestif misalnya diberi gambar-gambar yang menarik
dan sopan.

2). Menyunting slogan / poster


III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Inkuiri
3. Demonstrasi

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Siswa menyebutkan contoh slogan dan poster yang pernah dilihat
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
3. Siswa membentuk kelompok dengan anggota 2 anak
10 menit
Tanya Jawab

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menjelaskan macam – macam slogan dan poster
2. Siswa menuliskan contoh kalimat slogan / poster yang pernah dilihat
3. Siswa mendiskusikan contoh slogan / poster yang ada dari segi pilihan kata, kalimat bahasa dan gambar.
4. Siswa menjelaskan hasil diskusinya secara bergantian antar kelompok

Pemodelan

Diskusi


demonstrasi

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa kesulitannya dalam mempelajarai pelajarantersebut.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membahas tugas yang diberikan yaitu menyusun slogan.
2. Siswa membuat slogan dengan tema teretntu.
3. Siswa menyunting slogan yang dibuatnya berdasarkan ketepatan bahasa, dan tujuan.
4. Siswa menyajikan hasil kegiatannya untuk dikomentari teman yang lain.


60 menit
Pelatihan


diskusi

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menyatakan
kesulitan siswa dalam menyusun slogan.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran



10
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Slogan dengan berbagai jenis dan isi
Buku Bahasa Indonesia karangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII semester 2 MGMP BIND Hal. 53.
VI. Penilaian

a. Teknik : Tes
b. Bentuk Instrumen : uji petik produk
c. Instumen soal:
1. Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
12 12.3. Menulis Slogan / Poster
Membuat sebuah slogan dan poster tentang kebersihan.
2. Soal Penilaian
Buatlah sebuah slogan dan poster dengan tema tentang kebersihan!


3. Pedoman penskoran penilaian
NO Aspek Yang Dinilai N i l a i
Baik Sedang Kurang Jumlah
1. Pilihan kata
2 Penulisan kalimat
3 Kesesuaian tema
4 Komposisi gambar ( untuk poster )
Jumlah
Rata – Rata ( Nilai )

Keterangan Nilai :
Baik : 86 - 100
Sedang : 75 - 84
Kurang : < 74
4. Kunci Jawaban





..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.13.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 13. Memahami unsur instrunsik novel remaja ( asli/ terjemahan) yang dibaca
Kompetensi Dasar : 13.1 Mengidentifikasi karakter tokoh novel remaja ( asli/
terjemahan) yang dibaca
Indikator 1).Mampu mendata tokoh utama dan sampingan dalam
cuplikan novel
2). Mampu mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan
bukti/ alasan yang jelas/ logis

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1). mendata tokoh utama dan sampingan dalam cuplikan novel
2). mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan bukti/ alasan yang jelas/ logis

II. Materi Pembelajaran
1). Jenis – jenis tokoh cerita dan karakter tokoh
a. Jenis tokoh : 1. Tokoh Utama
2. Tokoh Sampingan
b. Karakter tokoh : - Antagonis = Jahat, jelek
- Protagonis = Baik
- tritagonis = Penengah
2). Cara menemukan karakter tokoh dalam cerpen/novel:
• Melalui pernyataan langsung dari pencerita terhadap tokoh
• Melalui dialog, jalan pikiran, dan perbuatan tokoh dalam menghadapi peristiwa.
• Melalui interaksi antartokoh dalam keseluruhan cerita.
3). Menulis karakter tokoh dan bukti atau alasan yang mendukung/ logis

Nama tokoh Karakter Bukti dalam teks / kalimat
- Nona Kraft Protagonis, perhatian pada orang lain dan telaten - “ Apakah kalian lupa makan vitamin pagi ini ?”
- “ Aku harap kalian semua juga ingat membawa benda – benda yang diperlukan .”


III. Metode Pembelajaran
Pemodelan
Tanya jawab
Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan apersepsi berupa Tanya jawab ke siswa untuk menyebutkan jenis buku cerita yang pernah dibacanya.
2. Siswa mengemukakan contoh novel yang pernah dibaca
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca buku novel yang telah dipili sebelumnya
2. Siswa mendata tokoh – tokoh yang terdapat dalam novel (tokoh ujtama dan tokoh sampingan, tokoh protagonist dan atau tokoh tokoh antagonis) 60 menit Penugasan
Diskoveri inkuiri

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam menemukan tokoh dalam novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran 10 menit

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan apersepsi berupa jawab tentang novel yang sudah dibaca siswa.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membahas tugas yang diberikan
2. Siswa menuliskan watak / karakter dari masing – masing tokoh dengan disertai bukti pendukungnya.
3. Dalam kelompok siswa menyampaikan hasil pekerjaannya untuk dikomentari teman kelompoknya.
4. Siswa menyempurnakan hasil pekerjaannya berdasarkan masukan anggota kelompok.
60 menit Penugasan


Diskusi


C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam menemukan watak tokoh dalam novel/cerpen.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

10 menit

Tanya jawab


V. SUMBER BELAJAR
Buku novel remaja
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS bahasa Indoesia kelas VIII MGMP BIND halaman 31 dan 32


VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : Tes Tulis
2. b. Bentuk Instrumen : Uji petik kerja dan produk
3. Kisi – Kisi soal penilaian


Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
13 13.1. Mengidentifikasi Karakter
Disajikan penggalan novel, siswa menuliskan tokoh – tokohnya dan menjelaskan karakter masing – masing tokoh



4. Soal Penilaian
Bacalah penggalan novel berikut, jawablah pertanyaan dibawah ini !
Sebenarnya, sejak Sekar remaja bahkan sampai di perguruan tinggi dan kemudian bekerja sebagai guru, ia cukup banyak disukai di dalam pergaulan. Kehadirannya selalu diterima dengan senang hati karena ia memiliki banyak sifat yang menyenangkan. Tetapi di dalam masalah yang teramat peka, yaitu masalah cinta, Sekar mempunyai masalah tersendiri yang tak mungkin dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sudah sejak dulu ia selalu bertanya-tanya sendiri mengapa dirinya tidak seperti gadis-gadis lain yang mengalami jatuh cinta beberapa kali dalam kehidupan remajanya. Entah itu cinta monyet entah pula cinta yang bukan pula cinta monyet sekalipun. Betapapun kuatnya daya tarik yang terpancar dari teman-teman lelakinya, hatinya tetap saja tegar tak bergerak. Bahkan tetap demikian meski ia telah menjadi mahasiswi di Yogya. Padahal ada beberapa pemuda yang menaruh hati kepadanya. Dua diantaranya malahan sudah hampir meraih gelar kesarjanannya.
Mula-mula Sekar menyangka kebekuan hati itu diakibatkan tumpukan kehati-hatiannya. Kehati-hatian sebagai hasil internalisasi dari simboknya yang berulang-ulang menekankan kehati-hatian ekstra, khusus untuk diri Sekar.
“Ingat, Nak. Kau itu cantik dan menarik. Menilik asal-usulmu, orang akan memiliki kecenderungan untuk lebih mempermainkan dirimu daripada sungguh-sungguh!” Begitu yang sering diucapkan oleh simboknya. Lebih-lebih apabila memergoki surat di tangan Sekar.
Kini ketika bertemu kembali dengan Joko sesudah lebih tujuh tahun tidak bertemu, tahulah Sekar biang keladi apa yang menyebabkan hatinya begitu beku terhadap daya tarik pemuda-pemuda lain. Dan kenyataan itu sungguh menyakitkan bersamaan dengan munculnya kesadaran bahwa ia jatuh cinta kepada Joko, timbul juga kesadaran lain. Ia hanyalah seekor katak yang merindukan rembulan. Tak lebih dari itu!
Sudah sejak Sekar mulai besar, dirinya terlihat dalam ambiguitas yang tak pernah usai. Ia tahu bahwa dirinya datang dari golongan rakyat kebanyakan. Orang bilang, rakyat kecil. Kelas masyarakat bawah. Bukankah ibunya seorang pembantu rumah tangga yang datangnya ke dalam rumah tangga Ibu Suryokusumo itu karena kemauan sendiri? Karena keinginan orang tuanya untuk memasukkan anak gadisnya yang masih kecil itu supaya masuk ke dalam kehidupan ‘orang-orang terhormat,’ orang –orang yang konon darahnya biru?
Dari Simboknya, Sekar tahu bahwa kakeknya dulu adalah seorang petani. Untuk ukuran masyarakat desa pada waktu itu, kakek Sekar termasuk orang yang berkecukupan. Justru karena itulah Simbok Sekar tidak perlu harus ikut menyangga beban ekonomi keluarga dengan jalan ikut pergi ke sawah atau pun ke ladang. Ambisi kakek Sekar sebagaimana juga ambisi kebanyakan orang-orang desa yang hidupnya sedikit dia atas rata-rata, adalah membawa anak gadisnya terutama yang tercantik, ke lingkungan yang dianggap lebih terhormat. Kalau tidak dapat di suwitokan (mengabdi) ke balik dinding keraton, ya dibalik kaum bangsawan atau priyayi. Entah sebagai abdi dalem, penari, penyanyi atau apa saja asal dapat mengabdi kepada Gusti Ratu. Sukur-sukur kalau ada pangeran atau malah Gusti sendiri yang mau menjadikannya sebagai selir. Pikiran picik orang-orang desa yang berorientasi ke arah keraton itu membawa pengertian bahwa menjadi selir atau bahkan cuma menjadi lelangenan (orang yang disayang dalam arti tertentu) raja, merupakan anugerah yang menaikkan derajat keluarga. Konon akibat cara berpikir yang seperti itu, beberapa puluh tahun lalu jika para pangeran sedang berjalan-jalan dengan kudanya ke pelosok-pelosok kampung, mereka yang mempunyai anak gadis yang sedikit manis saja, selalu berusaha ‘memajang’ si gadis. Entah dengan cara pura-pura sibuk menyiram tanaman di halaman depan atau momong adik-adiknya. Tentu saja cara mereka memajang itu tidak tampak menyolok namun para pangeran atau bangsawan muda itu mengetahuinya. Mereka sendiri pun tidak hanya mencari angin saja di atas kudanya itu sebab mata mereka seringkali melirik ke kiri atau ke kanan. Dan kalau kebetulan ada yang menarik hatinya, pastilah beberapa hari kemudian rumah si gadis itu akan kedatangan utusan untuk mematangkan ‘cinta’ kilat itu.
Memang bagi mereka yang memiliki wawasan lebih luas, keadaan itu terasa menoreh perasaan. Norma-norma moral seperti terabaikan. Dan nilai-nilai keindahan tersingkirkan. Bahkan martabat seorang wanita seperti tercampakkan. Nilai atau harga seorang wanita akan menjadi naik apabila tersentuh, apabila jika disukai oleh pangeran-pangeran dari balik dinding keraton itu. Apalagi kalau pangeran itu seorang putra mahkota.
Kakek Sekar pun memiliki ambisi semacam itu. Ya, hanya semacam itu sebab dorongan utamanya bukan karena ingin melihat anak gadisnya berkulit putih bersih itu menjadi selir seorang pangeran melainkan karena ingin melihat si gadis itu menjadi lebih ‘beradab’. Tahu sopan santun, tahu aturan dan semacam itu. Beruntung bahwa Simbok Sekar yang pada waktu itu masih sebagai gadis kecil, diterima bangsawan tinggi kerabat keraton yang memiliki sikap hidup yang bersih. Gadis desa berkulit bersih berambut hitam tebal itu tidak pernah ‘dipakainya’ melainkan diberikannya kepada anak gadisnya untuk dijadikan pelayan pribadinya. Ketika gadis itu menikah, Simbok Sekar dibawanya. Begitulah simbok Sekar menjadi bagian dari kehidupan Ibu Suryokusumo hingga kini, setelah keduanya sama-sama menjadi tua.
Dengan demikian, Sekar pun ikut terbawa masuk di dalam lingkup kehidupan Ibu Suryokusumo. Hanya bedanya, kalau simboknya dulu hanya belajar membaca, menulis, dan meraih ilmu ‘peradaban’, Sekar yang hidup di alam kemerdekaan itu mendapat kesempatan yang lebih jauh dan luas di bidang pendidikan. Tetapi meskipun demikian asal-usul dirinya sebagai seorang anak pelayan, masih saja melekat pada dirinya. Seolah sebuah benda yang terlontar jauh tetapi talinya tak terlepas dari tonggaknya!

2. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan penggalan novel yang telah dibacakan!
a. Sebutkan pokok-pokok persoalan yang dibahas dalam penggalan novel yang dibacakan!
1) .................................................................................................................................................
2) ...................................................................................................................................................
3) ..................................................................................................................................................
4) ...................................................................................................................................................

b. Sebutkan tokoh dan karakternya dalam penggalan novel yang dibacakan!
1) ......................................................................................................................................................
2) ....................................................................................................................................................
3) ....................................................................................................................................................
4) ......................................................................................................................................................

c. Tentukan amanat penggalan novel yang dibacakan!
1) ...........................................................................................................................................
2) ...................................................................................................................................................
3) .......................................................................................................................................

d. Tentukan sikap dan tingkah laku yang layak dicontoh dalam penggalan novel yang dibacakan!
.......................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

e. Tentukan sikap dan tingkah laku yang tidak layak dicontoh dalam penggalan novel yang dibacakan !
......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................




5. Pedoman penskoran penilaian

No soal skor maksimal
a 4
b 4
c 3
d. 2
e 2


Nilai = skor diperoleh siswa X 100
Skor maksimal (15)




..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................




............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.13.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 13. Memahami unsur instrinsik novel remaja ( asli/ terjemahan) yang dibaca
Kompetensi Dasar : 13.2 Menjelaskan tema dan latar novel remaja yang dibaca
Indikator 1).Mampu menyimpulkan tema cuplikan novel
2). Mampu mengidentifikasi latar yang ada dalam cuplikan
novel
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajara siswa :
1). Mampu menyimpulkan tema cuplikan novel
2). Mampu mengidentifikasi latar yang ada dalam cuplikan novel

II. Materi Pembelajaran
1. Mengenal tema cerita
Masih ingatkah kalian pengertian tema? Tema merupakan pokok persoalan yang melandasi penyusunan novel. Biasanya dinyatakan dalam bentuk kalimat yang menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Misalnya:
(1) Kesabaran seorang istri dapat menyelamatkan seorang suami dari ketergantungan terhadap narkoba.
(2) Dengan kerja keras kuliah sambil bekerja dapat mengantarkan seseorang menjadi pengusaha sukses.
(3) Kecantikan fisik yang tidak disertai ketahanan mental justru membuat hidupnya sengsara dan teraniaya.
(4) Kemewahan harta tanpa keimanan dapat menjerumuskan anak dalam dunia kejahatan.
Tema ada yang membedakan tema utama atau tema besar dengan tema pendukung, bawahan, atau tambahan. Tema utama dapat diibaratkan batang sedangkan tema pendukung merupakan cabang-cabangnya.

2. Mengenal setting
Masih ingatkah kalian pengertian latar?Setiap peristiwa dalam kehidupan tidak terlepas dari pertanyaan di mana terjadi, kapan terjadi, bagaimana suasana saat terjadi. Jawaban atas pertanyaan tersebut yang dikatakan sebagai latar. Dengan demikian terdapat latar tempat, nama ruang, gedung, kampung, desa, kecamatan, kabupaten, kota, propinsi, negara, darat, laut, hutan, gunung; terdapat latar waktu, zaman, masa, musim, abad, tahun, bulan, minggu, hari, tanggal, pagi, siang, sore, malam, jam, menit, detik; terdapat latar suasana, mencekam, panik, hiruk pikuk, gaduh, memilukan, mengerikan, mengharukan, tegang, ceria, bahagia, romantis, sahdu.

2). Menulis latar yang ada dalam cuplikan novel

Perhatikan cuplikan novel berikut!
Rika memandang putrinya, Mayang, dengan rupa gusar. “Apa lagi yang diceritakan Oom Erwin?” Tanyanya dengan sikap bernafsu.
Ya itu saja, Ma. Bahwa Henry ikut membereskan rumah yang akan ditempati Papa kalau pulang dari rumah sakit nanti.
“Kok anak itu tidak bilang-bilang, ya?”
“Saya pikir, Mama sudah tahu. Bahkan saya kira Mama yang suruh.”
“Ah, nggak mama nggak tahu apa-apa. Bagusnya Erwin mau memberitahu, ya”
“Pantasnya Oom Erwin juga mengira, Mama sudah tahu atau Mama yang nyuruh.”
“Huh anak itu sudah main diam-diam. Kalau ada apa-apa, nggak mau bilang. Sudah berapa hari dia sibuk membereskan rumah Papa?”
“Baru tiga hari.”
Rika merenung sambil cemberut. Dalam usianya yang setengah abad dia masih memiliki sisa kecantikan waktu muda. Kulitnya yang putih masih halus dan licin. Dari jauh tak tampak keriput-keriputnya. Tapi tubuhnya yang dulu langsing sekarang sudah menjadi tambun, hingga dagunya jadi rangkap. Mayang, sang putri tidak secantik dirinya sewaktu berusia muda. Usia Mayang baru berusia 28 tahun, tapi kelihatan seperti berusia 35 tahun. Justru Henry, sang putra, yang mewarisi keindahan rupa Rika.
“Nanti tanya langsung saja sama dia kalau pulang, Ma,” Mayang menganjurkan.
“Oh, ya, tentu saja. Itu pasti. Cuma Mama lagi mikirin apa motivasi perbuataannya itu. Kok tumben, ya. Tiba-tiba nggak hujan nggak angin dia mendekati Papa.”
“ Barangkali ada maunya Ma.”
...
(lihat LKS BIND Kelas VIII MGMP BIN Kab. Malang hal 27 –30)

III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan menanyakan pengalaman siswa dalam membaca buku novel yang pernah dibacanya.
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bertanya jawab untuk memahami tema dan latar novel.
2. Siswa berkelompok berdasarkan judul novel yang berbeda.
3. Siswa membaca kutipan novel dari buku sumber yang disediakan guru dalam kelompoknya.
3. Siswa menemukan pokok-pokok masalah yang terdapat dalam novel yang dibacanya.
4. Siswa menyampaikan rumusan pokok-pokok cerita dari novel ke kelompok lain yang sama judulnya untuk ditanggapi temannya.
60 menit
Tanya jawab

Diskusi
Kelompok

Inkuiri
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa menyimpulkan pelajaran
10 menit
Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A. Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan tanya jawab tentang novel yang sudah dibaca
2. Guru menjelaskan tujuan pelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B. Kegiatan Inti:
1. Siswa dalam kelompok merumuskan tema dan latar cerita dari novel yang dibcanya
2. Siswa menyampaikan hasil kegiatannya untuk dikomentari kelompok lain
3. Siswa memperbaiki hasil pekerjaannya berdasarkan masukan dari temannya.

60 menit
Penugasan
Diskusi

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menemukan tema dan latar dari novel yang dibaca.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

10 menit
Tanya jawab
V. SUMBER BELAJAR
Novel dengan judul …………..
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bind kelas VIII MGMP Kab. Malang hal. 27—30.

VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : tes
2. Bentuk Instrumen :Uji petik kerja dan produk
3. Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
13 13.2. Menjelaskan tema dan latar novel Disajikan penggalan novel, siswa menuliskan tema dan latar

4. Soal Penilaian
Bacalah penggalan novel berikut, jawablah pertanyaan dibawah ini !
ULANG TAHUN PALING BURUK
(Harry Potter 2, J. K. Rowling)

Bukan untuk pertama kalinya pertengkaran meledak di meja makan rumah Privet Drive nomor 4. Sebelumnya Mr. Vernon Dursley telah terbangun pagi-pagi buta oleh bunyi uhu-uhu keras dari kamar keponakannya, Herry.
“Untuk ketiga kalinya minggu ini!” ruangannya. “Kalau kau tidak bisa mengontrol burung hantu itu, dia harus pergi!”
Harry mencoba sekali lagi, untuk menjelaskan.
“ Dia bosan,” katanya. “ Dia biar beterbangan di luar. Kalau aku boleh melepasnya di malam hari …”
“ Apa aku kelihatan bodoh?” kata paman Vernon geram, seserpih telor goreng bengantung pada kumisnya yang lebat. “ Aku tahu apa yang akan terjadi kalau burung hantu itu dibiarkan lepas.”
Dia bertukar pandang geram dengan istrinya Petunia.
Harry mencoba berargumentasi, tetapi kata-katanya tenggelam oleh sendawa Dubley yang keras dan panjang. Debley adalah anak Mr dan Mrs Dursley.
“ Aku mau tambah daging asap.”
“ Masih banyak di wajan, Manis,” jawab Bibi Petunia, matanya terharu menatap anak lakli-lakinya yang super gemuk. “ Kami harus memberimu makanan banyak- banyak lagi selagi ada kesempatan… aku tak senang mendengar tentang makanan di sekolahmu …”
“ Omong kosong, Petunia, aku tak pernah kelaparan waktu aku di Smeltangs,” kata Paman Vernon memprotes. “Dudley mendapat cukup makanan. Ya kan Nak?”
Dudley, yang luar biasa gemuknya sampai pantatnya melimpak ke kiri ke kanan kursi dapur, menyeringai dan menoleh kepada Harry.
“ Ambilkan wajannya.”
“ Kau lupa kata sihirnya, “ kata Harry jengkel.
Dampak kalimat sederhana pada keluarga itu sungguh luar biasa. Dudley tersedak dan terjatuh dari kursinya keras sekali sampai menggetarkan seluruh dapur. Mrs Dursley menjerit dan menutup mulutnya. Mr Dursley melompat bangun urat-urat berdenyutan di pelipisnya.
“Maksudku kata ‘tolong’!” kata Harry cepat-cepat. “ Aku tidak bermaksud ...”
“ Bukankah sudah kularang,” Gelegar pamannya dari seberang meja, “Mengucapkan kata ‘s’ itu di dalam rumah kita?”
“Tapi aku …”
“ Berani-beraninya kau mengancam dudley!” raung Paman Vernon menggebrak meja dengan tinjunya.
“Aku Cuma ..”
“ Kuperingatkan kau! Aku tak mengizinkan keabnormalanmu disebut-serbut di bawah atap rumah ini!”
Harry bergantian memandang wajah keunguan pamannya dan wajah pucat bibinya, yang sedang berusaha membantu Dudley bangun.
“ Baiklah,” kata Harry, “baiklah …”
Paman Vernon duduk kembali, tersengal seperti badak bercula satu yang kehabisan napas. Dia memandang Harry lewat sudut matanya yang kecil tajam.
Sejak Harry pulang untuk liburan musim panas, Paman Vernon memperlakukannya seperti bom yang bisa meledak setiap waktu, karena Harry bukan anak biasa. Sebetulnya, dia memang sama sekali bukan anak biasa.
Harry Potter adalah penyihir yang baru melewatkan tahun pertamanya di sekolah sihir Hogwarts. Dan jika keluarga Dursley tidak senang menerimanya selama liburan, itu bukan apa-apa di banding perasaan Harry.
Harry merasa sangat rindu pada Hogwarts sehingga rasanya dia sakit perut terus-menerus. Dia merindukan kastilnya, dengan lorong-lorong rahasia dan hantu-hantunya, pelajaran-pelajaran (Walaupun mungkin tidak merindukan Snape, guru pelajaran ramuannya), surat-surat yang di bawa oleh burung-burung hantu, makan bersama di Aula Besar, tidur di tempat tidurnya di menara asrama, mengunjungi si pengawas binatang liar, Hagrid, di pondokannya di dekat Hutan Terlarang, dan terutama Quidditch, olahraga paling populer di dunia sihir (enam tiang gawang tinggi, empat bola terbang, empat belas pemain di atas sapu terbang)
Semua buku pelajaran Harry, tongkat, jubah, kuali, dan saou top Nimbus Dua Ribunya dikunci dalam lemari bawah tangga oleh paman Vernon begitu Harry tiba di rumah. Apa pedulinya keluarga Dursley kalau Harry kehilangan tempat di tim Quidditch asramanya karena dia tidak berlatih selama musim panas? Apa urusannya bagi keluarga Dursley jika Harry kembali ke sekolah tanpa mengerjakan PR-PR-nya? Keluarga Dursley termasuk yang oleh para penyihir disebut Muggle (tak memiliki setetes pun darah penyihir di nadi mereka) dan bagi mereka memiliki penyihir dalam keluarga adalah aib yang sangat memalukan. Paman Vernon bahkan telah menggembok burung hantu Herry, Hedwig, di dalam sangkarnya, untuk mencegahnya membawa surat-surat kepada siapa pun di dunia sihir.
………………………………................................................................................…………………………


a. Siapakah tokoh dalam cerita tersebut?
b. Bagaimana watak tokoh tersebut?
c. Apasajakah pokok-pokok ceritanya?
d. Rumusakanlah tema cerita berdasarkan pokok-pokok cerita tersebut!
e. Dimanakah dan kapankah cerita itu terjadi? Apa buktinya?



5. Pedoman penskoran penilaian
a) Setiap butir soal diberi bobot skor 2
b) Skor = skor diperoleh siswa X 100
Skor maksimal (10)



..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.13.3
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 13. Memahami unsur instrunsik novel remaja ( asli/ terjemahan) yang dibaca
Kompetensi Dasar : 13.3 Mendiskripsikan alur novel remaja yang dibaca

Indikator 1).Mampu mendata tahap alur cerita
2). Mampu menentukan alur disertai dengan bukti/ diskripsi
yang jelas/ logis

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1). mendata tahap-tahap alur cerita
2). menentukan alur disertai dengan bukti/ diskripsi yang jelas/ logis


II. Materi Pembelajaran
1). Tahapan alur
Ketika kalian membaca cerita atau menonton sinetron di TV tentu pernah tertarik dengan cerita tersebut. Salah satu ketertarikan kalian misalnya karena jalan ceritanya menarik. Tahap-tahapan peristiwa yang dimulai dari perkenalah (tokoh watak, setting) jalinan konflik antar tokoh sampai menuju klimaks cerita dan akhirnya penyelesaian disebut alur cerita. Pada umumnya cerita menggunakan alur maju, maksudnya cerita berurutan dari awal hingga akhir. Alur balik merupakan alur yang dibalik, bagian akhir didahulukan baru bagian awal. Sedangkan alur mundur adalah alur yang mengisahkan peristiwa masa lalu. Ayo kita cermati pembhasan materi ini!

3 4
Tahap-tahapan alur : 5
1. Perkenalan (denoumen)
2. Pertikaian (konflik)
3. Klimaks
4. Penurunan (relevasi) 2
5. Penyelesaian 1. (skema alur)


1. Perkenalan  merupakan tahap awal cerita, dalam hal ini dikenalkan tokoh-tokohnya, wataknya, seting ceritanya dan bagaimana hubungan antar tokoh.
2. Pertikaian  dalam tahap ini terjadi perbedaan kepentingan antartokoh untuk salaing memenangkan dirinya baik dari masalah diri sendiri atau masalah dengan tokoh lain. Biasanya ditandai dengan pertengkaran, perkelhaian, peperangan secara fisik. Juga ditandai dengan tingkat stres yang terus menerus yang dialami tokoh, kebingungan, kesedihan mendalam secara batin.
3. Kilmaks  puncak dari segala pertikaian antartokoh. Misalnya salah satu tertusuk pisau, jatuh dari tangga, dll.
4. Relevasi  tahapan ini ditandai dengan mulai terjawabnya kerumitan antar tokoh. Biasanya jika berkelahi mulai berbaikan lagi karena saling menyadari.Jika keruwetan hati mulai terlihat alternatif penyelesaiannya. Dll.
5. Penyelesaian  akhir dari cerita, biasanya ditanai oleh perasaaan sedih atau bahagia yang dialami oleh tokoh utama.

III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A. Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan menanyakan pengalaman siswa dalam membaca novel ( pernah membaca novel, kenikmatan apa yang diperolehnya, bagian mana yang menarik, dll)
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bertanya jawab dalam bimbingan guru untuk mengemukakan tahap-tahapan alur dalam novel.
2. Siswa membaca kutipan novel dalam kelompok
3. Siswa menuliskan tahap-tahapan alur cerita dari novel yang dibacanya.

60 menit
Tanya jawab

Penugasan
inkuiri
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam menemukan tahapan alur cerita.

10 menit
Tanya jwab

V. SUMBER BELAJAR
Buku novel sesuai perkembangan siswa
misalnya : Cinta Bersemi Di belakang Tembok Karya Bagin
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bahasa Indonesia Kelas VIII MGMP Kab. Malang hal. 43--44

VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : tes uji petik kerja
2. Bentuk Instrumen : uji petik kerja dan produk.
3. Kisi – Kisi soal penilaian
Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
13 13.3 Mendiskripsi –kan alur novel remaja yang dibaca Disajikan penggalan novel, siswa menjelaskan alur novel
4. Soal Penilaian

AKHIR SEMESTER
MARY-LOU melihat lemari kecil di dekatnya. Ia tahu apa isinya. Bola, raket, sepatu rusak….pokoknya benda-benda yang sudah tak dipakai tapi pemiliknya merasa sayang untuk membuangnya. Mungkin sepatu Gwendoline ada di situ! Hati-hati ia membuka pintu lemari kecil tersebut, takut kalau-kalau ada labah-labah atau binatang kecil lain keluar.
Diperiksanya berbagai benda rongsokan di dalamnya. Dengan takut ia memindah-mindahkan barang-barang itu satu per satu. Ditariknya sebuah raket, dan sebuah benda terjatuh dengan suara keras. Mary-Lou membeku seketika. Adakah orang yang mendengar suara itu? Ia menahan napas dengan badan gemetar. Tidak, agaknya tak ada. Ia mulai mencari-cari lagi.
Dan ditemukannya sepatu Gwendoline! Ditemukannya botol dengan tinta ungu. Itulah yang jatuh dengan suara keras tadi. Mary-Lou memperhatikan botol tinta itu, dan ia tahu digunakan untuk apa benda tersebut oleh Gwendoline. Diperhatikannya sepatunya – dan di sepatu yang sebelah kanan terlihat bekas tinta ungu. Nyata sekali!
Dengan tangan gemetar Mary-Lou melihat nama yang tertulis di dalam sepatu itu. Untuk meyakinkan diri. Ya, di situ tertulis denagn tulisan rapi Nona Winters: Gwendoline Lacey.
“Jadi betul-betul Gwendoline!”piker Mary-Lou.
“Aku memang telah yakin bahwa bukan Darrell yang berbuat. Akau akan segera membangunkan anak-anak….akan kuceritakan sekarang juga. Ah, lebih baik jangan. Mungkin Katherine akan marah aku keluyuran malam-malam begini.”
Mary-Lou mengambil botol dan sepatu itu. Dipadamkannya lampu kamar. Ia berdiri dalam kegelapan. Tetapi apakah dia takut? Sedikitpun tidak. Tak sekali pun ia memikirkan kegelapan di sekelilingnya. Pikirannya dipenuhi oleh penemuannya yang begitu berarti. Ia telah membuktikan bahwa bukan Darrell yang melakukan perbuatan itu. Darrell tidak bersalah!
Mary-Lou bangun paling pagi. Ia langsung pergi ke tempat Katherine. Diguncangnya ketua kelasnya itu sehingga terbangun. “Bangun!” serunya. “Ada sesuatu yang sangat penting yang harus kukatakan padamu. Bangunkan yang lain!”
Yang lain terbangun juga oleh keributan Mary-Lou. Mereka duduk di tempat tidur, mengusap-usap mata masing-masing. Mary-Lou berdiri menghadap semua tempat tidur, dan ia angkat sepatu Gwendoline dengan gaya penuh arti.
“Lihat! Telah kutemukan sepatu yang betul-betul terkena tinta. Dan kutemukan pula satu botol tinta ungu. Lihat ini? Anak yang telah menghancurkan pulpenku menyembunyikan sepatunya dan mengoles sepatu Darrel dengan tinta ungu ini. Dengan demikian kalian semua menuduh Darrel berbuat.”
“Tetapi sepatu siapa itu?” tanya Katherine heran. “Dan kau temukan di mana?”
“Malam tadi aku pergi ke bawah, dan menyelidiki di tempat penyimpanan barang-barang yang tak terpakai,”kata Mary-Lou bangga. Semua semakin heran. Mary-Lou berani turun dalam kegelapan? Semua tahu bahwa Mary-Lou sangat takut di kegelapan.
“Kutemukan sepatu dan botol tinta ini di dalam lemari kecil di tempat itu,”kata Mary-Lou. “Dan apakah kalian ingin mengetahui sepatu siapakah ini? Aku tak akan mengatakannya pada kalian. Tidak. Lihat saja ke seisi kamar ini. Dan kalian bisa melihat dari gerak-gerik mukanya, nama siapa yang tertulis di dalam sepatu ini!”
Memang benar. Muka Gwendoline merah padam oleh rasa marah dan rasa ketakutan. Dengan gusar dipelototinya Mary-Lou. Wah, jadinya dirinya tertangkap juga. Mengapa tidak dibuangnya saja botol dan sepatu itu ke laut!
“Gwendoline!” bisik anak-anak itu. Mereka memandang dengan rasa marah dan jijik pada anak yang kini wajahnya merah padam itu. Dan kali ini Gwendoline tidak berusaha untuk menyangkal. Ia merebahkan badan kembali ke tempat tidur, menyembunyikan mukanya di bantal.
Katherine memeriksa sepatu dan botol itu. Kemudian ia mendekati Darrel, mengulurkan tangan minta maaf.
“Darrel, aku minta maaf karena telah berpikir bahwa kaulah yang berbuat,”katanya. “Sesungguhnya aku tak meragukan kejujuranmu, tapi aku harus mempunyai bukti nyata untuk itu.”
“Oh, tak apa. Lupakanlah ,”kata Darrel dengan wajah berseri-seri. “Memang aku sangat menderita karena sikap kalian, tetapi aku ternyata dapat mengandalkan dua orang sahabat yang tak pernah meragukan aku….Sally dan Mary-Lou. Aku masih beruntung. Gwendoline tak akan punya sahabat seperti keduanya.”
Satu persatu anak-anak di kamar itu minta maaf pada Darrel. Alicia agak kaku sikapnya, sebab ia betul-betul malu akan kata-kata keras yang diucapkannya dulu itu. Namun memang begitulah sifat Alicia. Selalu keras dan tajam. Ia harus mendapat banyak pelajaran sebelum bisa menguasai sifat kekerasannya itu dan memperoleh pengertian dari orang-orang di dekatnya.
“Aku ingin bersahabat denganmu lagi,”kata Alicia kikuk. “Bergabunglah dengan Betty dan aku seperti dulu.”
“Terima kasih,”kata Darrel, dan ia menoleh pada wajah kecil penuh rasa setia, Sally, di sampingnya “Tapi kalau kau tak keberatan aku lebih suka bersahabat dengan Mary-Lou dan Sally saja. Aku sering memperlakukan meraka buruk, tetapi ternyata mereka malah membelaku pada saat aku mendapat kesulitan. Kukira merekalah sahabat-sahabat sejatiku.”
“Oh, terima kasih, Darrell!” kata Mery-Lou dengan wajah bahagia.
Sally tak berkata apa-apa. Tetapi Darrel merasakan sebuah cubitan lembut di lengannya. Darrel berpaling pada Sally dan tersenyum. Ia juga merasa sangat bahagia kini. Segalanya telah selesai dan keadaan pasti akan baik terus sampai akhir semester. Bagus.
Ia melihat Gwendoline tengkurap di tempat tidurnya, menangis. Dalam kebahagiaannya, Darrel bahkan tak bisa melihat musuhnya bersedih. Didekatinya Gwendoline, dan diguncangkannya punggung anak itu perlahan.
“Gwendoline,”katanya, “aku tak akan mengatakan peristiwa ini pada siapapun. Dan teman-teman di kamar ini juga akan berbuat yang sama, bila kuminta. Tapi kau harus membelikan pulpen baru bagi Mary-Lou. Pulpen yang sama indahnya, sama bagusnya dengan pulpen yang kauhancurkan. Bagaimana?”
“Baiklah,” kata Gwendoline lemas, hamper tak terdengar. “Aku akan membelikannya.”
Hanya itulah yang bisa dikatakan Gwendoline. Ia bahkan tak bisa berkata bahwa ia menyesal. Ia bahkan tak bisa berkata minta maaf ketika akhirnya ia memberi Mary-Lou sebuah pulpen baru dan sangat bagus.


Setelah mendengarkan pembacaan kutipan novel, bentuklah kelompok untuk mengerjakan tugas-tugas berikut ini!
No Indikator Jawaban
1 Peristiwa yang menunjukkan bagian awal cerita yaitu ....

2 Bagian yang menunjukkan konflik cerita yaitu ....

3 Bagian yang menunjukkan klimak cerita yaitu .....


4.Tuliskan garis besar rangkaian cerita penggalan di atas di bawah ini mulai dari bagian pengenalan sampai penyelesaian!







5.Berdasarkan garis besar rangkaian peristiwa, alur cerita dikembangkan adalah .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................




Pedoman penskoran penilaian
c) Setiap butir soal diberi bobot skor 2
d) Skor = skor diperoleh siswa X 100
Skor maksimal (10)








..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................













RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.14.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 14. Mengapresiasi kutipan novel remaja ( asli/ terjemahan) melalui kegiatan membaca
Kompetensi Dasar : 14.1 Mengomentari kutipan novel remaja yang dibaca

Indikator 1).Mampu mendata masalah – masalah yang yang perlu
dikomentari
2). Mampu Mengomentari kutipan novel dengan alasan
yang logis
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran diharapkan siswa:
1).Mampu mendata masalah – masalah yang perlu dikomentari dari membaca kutipan
novel remaja.
2). Mampu Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis



II. Materi Pembelajaran
1). Masalah – Masalah yang perlu dikomentari dari sebuah novel, antara lain
a. Identitas novel
b. Isi novel secara garis besar
c. Kelebihan – Kelebihan novel
d. Kelemahan – Kelemahan novel
e. Saran untuk pengarang
2). Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis


III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Diskusi
Inkuiri

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (melalui tanya jawab ke siswa mengemukakan contoh novel yang pernah dibaca)
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa berkelompok sesuai bimbingan guru menurut judul novel yang dipilihnya.
2. Siswa membaca kutipan buku novel yang
telah dipilihnya dalam kelompok.
3. Siswa dalam kelompok menemukan masalah-masalah
yang perlu dikomentari dari kutipan novel yang dibaca.
4. Siswa bertanya jawab tentang masalah-masalah
yang ada dalam kutipan novel yang dibaca.
(meliputi tokoh, alur cerita, tema, konflik, setting, dll)

60 menit
Diskusi

Tanya jawab
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menyampaikan ketertarikannya dalam belajar mengapresiasi novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran
10 menit Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan melakukan tanya jawab tentang seputar novel yang sudah dibaca (hal-hal yang menarik, masalah yang muncul, dll)
2. Guru menyampaikan tujuan pelajaran.
10 menit
Tanya Jawab

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa berkelompok sesuai kelompok pada kegiatan sebelumnya
2. Siswa dalam kelompok menunjukkan keunggulan, kekurangan, pendapat, kritik, ataupun saran dengan alasan yang logis dari novel yang dibaca
3. Siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas untuk ditanggapi kelompok lain yang sama judul novelnya.
4. Siswa menyempurnakan hasil pekerjaannya berdasarkan masukan dari kelompok dan guru.


60 menit
Diskusi


penugasan
Inkuiri

Presentasi



C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menyampaikan kesulitan siswa dalam
mengementari novel yang dibaca.
2. siswa menyimpulkan pelajaran.

10 menit
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Novel berjudul Are You There God? It’s Me Maegaret ( Tuhan Ini Aku Margaret) karya Yudi Blume, penerbit Gramedia, Jakarta. Tahun 2003
LKS BIND. KELAS VIII MGMP KAB. MALANG Hal. 11--13
Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII karangan Dawud dan Yuni Penerbit Erlangga




VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : . Observasi
2. Bentuk Instrumen : lembar observasi
3. Kisi – Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Instrumen
14 14.1 Mengomentari kutipan novel remaja yang dibaca Disajikan kutipan novel siswa dapat mengementari masalah-masalah dalam novel dengan alas an yang logis.






Bacalah kutipan novel berikut , kemudian jawablah pertanyaannya!

Pada hari Rabu, sewaktu pelajaran aritmatika, aku mendengar suara burung mencicit. Kebanyakan anak lain juga mendengarnya dan demikian pula Pak Benedict. Aku tahu karena ia mengangkat wajahnya. Aku kembali menekuni soal, tetapi sejenak kemudian aku mendengar suara itu lagi. Ciiit.
Sesudah bunyi ciiit yang kedua, Pak Benedict bangkit dan membuka jendela. Dijulurkannya kepalanya dan memandang berkeliling. Pada saat itulah terdengar tiga suara ciiit lagi dari dalam kelas. Pak Benedict kembali ke mejanya dan berdiri dengan tangan di punggungnya. Ciiit, aku memandang Nancy. Aku yakin ia yang bersuara mencicit. Tetapi ia tak memandangku atau mengatakan apa pun. Pak Benedict duduk dan mengetuk-ngetukkan jemarinya ke meja. Tidak lama kemudian kelas kami berubah menjadi seperti pasar burung. Setiap detik terdengan suara ciiit. Susah sekali menahan diri untuk tidak tertawa. Sewaktu Nancy menendang kakiku di bawah mejaku aku tahu giliranku tiba.Aku menunduk dan menghapus salah satu jawabanku. Sambil menghapus bekas hapusan, aku bilang ciiit. Pada saat Pak Benedict memandang ke arahku, suara cicit datang dari arah lain. Kupikir itu suara Philip Leroy. Kami terus menanti Pak Benedict mengatakan sesuatu, tetapi ternyata di diam saja.
Ketika kami tiba keesokan harinya, susunan meja kami sudah berubah, menjadi berbentuk huruf U. Di tiap meja dilekatkan kartu bernama masing-masing. Di salah satu sisiku duduk Freddy Barnett, yang sama sekali tak kusukai. Aku tahu ia tukang bikin ribut karena aku pernah melihatnya beraksi pada hari pertama masuk sekolah. Waktu itu ia berdiri di belakang Jay Hassler, dan pada saat Jay hendak duduk, Freddy menarik bangkunya sehingga Jay jatuh terduduk. Aku benci pada anak-anak yang melakukan itu! Aku harus berhati-hatri agar tidak terjebak Si Udang itu. Itulah panggilan kami untuknya, karena pada hari pertama kali masuk sekolah kulitnya merah sekali terbakar matahari.
Tetapi di sisi satu lagi malahan lebih parah.Aku duduk di sebelah Laura Danker! Aku bahkan tak berani memandang ke arahnya. Nancy memperingatkan aku bahwa nama jelek Laura bisa menular. Yah, aku tidak usah khawatir karena Laura juga tidak memandang ke arahku. Ia memandang lurus ke depan. Tentu saja, keempat anggota PRC terpisah-pisah. Tapi Nancy beruntung duduk di sebelah Philip Leroy!
Tak ada suara mencicit lagi. Pak Benedict mengingatkan kami agar bersiap-siap menghadapi ulangan IPS keesokan harinya. Siang harinya kami berolah raga. Murid-murid laki-laki bermain basket dengan Pak Benedict. Kami yang perempuan ditinggal bersama guru senam, Bu Abbott, yang menyuruh kami berbaris sesuai dengan besar tubuh kami. Aku nomor tiga dari depan. Janie nomor satu. Laura Danker paling belakang. Gretchen dan Nancy berdiri di tengah. Sesudah berbaris, Bu Abbott berbicara tentang sikap tubuh dan betapa pentingnyaberdiri tegak lurus. ”Tidak peduli petapapun jangkungnya kalian, kalian tidak boleh berdiri bungkuk, karena tinggi badan karunia Tuhan,” kata Bu Abbott seraya berdiri tegak dan menarik napas panjang. Tingginya mungkin 180 sentimeter. Janie dan aku saling pandang dan tertawa cekikikan. Kami tidak mempunyai karunia itu.
Kemudian Bu Abbott memberitahukan bahwa karena kami sudah kelas enam dan sudah besar , akan ada satu mata pelajaran khusus untuk anak-anak perempuan. Hanya itulah yang ia katakan, tetapi aku sudah bisa menebak maksudnya.Mengapa sih kita harus menanti sampai kelas enam baru diberi tahu trentang segala hal.
Malam itu aku belajar sungguh-sungguh. Aku membaca dua baba pertama buku IPS sebanyak empat kali. Sesudahnya aku duduk di lantai dan melakukan latihanku. “Harus-harus-harus-tambah besar!” Aku melakukannya 35 kali kemudian naik ke tempat tidur.
Adakah Kau di situ, Tuhan? Ini aku, Margaret. Aku baru sja melakukan latihan supaya tumbuh besar. Sudahkah Kau memikirkan itu Tuhan? Maksudku, tentang pertumbuhan badanku. Aku sudah punya beha sekarang. Aku pingin agar memang ada yang harus ditutupi dengan beha. Tapi tentu saja, kalau menurutMu belum siap, aku juga akan maklum kok. Besok ada ulangan. Tolonglah agar aku mendapat nilai bagus, ya Tuhan. Aku inginKau merasa bangga akan diriku. Terima kasih.
Keesokan harinya Pak Benedict mebagikan kertas ulangan sendiri. Pertanyaan-pertanyaan sudah tertulis di papan tulis. Disuruhnya kami bekerja begitu memperoleh kertas. Freddy si Udang mencolek aku dan berbisik, ”Jangan pakai nama”. ”Apa maksudmu jangan pakai nama?” bisikku kembali. Freddy berbisik,”tidak akan ada yang pakai nama di kertas ulangan. Dengan begitu Pak Benedict tidsk sksn tshu kertas masing-masing anak. Mengerti?”
Aku mengerti tapi aku sebal mendengarnya. Soalnya empat kali sudah aku menghafalkan buku IPS itu. Tapi kalau yang lain tuidak mencantumkan nama, aku juga tidak mau. Hanya saja aku merasa rugi sekali karena Pak Benedict tidak akan tahu betapa kerasnya aku belajar.
Dalam waktu lima belas menit aku sudah menjawab semua pertanyaan. Pak Benedict meminta Janie mengumpulkan kertas ulangan. Aku tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan kalau dilihatnya tak ada anak yang mencantumkan nama di kertas ulangan. Kurasa dia akan marah, tetapi tidak akan membuat apa-apa selain menyetrap kami sesudah jam pelajaran. Tidak mungkin kami semua dikeluarkan bukan?
Hari Jumat pagi, waktu memasuki kelas, kami lihat kertas ulangan kami di atas meja. Setiap kertas sudah diberi nama pemiliknya. Aku dapat 98. Wuih, senang sekali. Freddy sebaliknya. Nilainya 53! Pak Benedict tidak menyinggung sekali pun tentang kertas ulangan yang tidak diberi nama itu. Ia hanya berdiri sambil tersenyum. ”Selamat pagi anak-anak”’ katanya tanpa mendeham-deham lagi. Kupikir ia tahu bahwa ia sudah menang.
Siang harinya, Pak Benedict kembali mengingatkan tentang proyek pribadi kami. Dimintanya agar kami tidak menunda sampai detik terakhir. Akhir pekan depan, kami sudah harus tahu topik apa yang akan kami pilih dan mulai mencatatnya di notes.
...................
Dikutip dari novel remaja dengan judul: Are You There God? It`s Me Margaret (Tuhan Ini Aku Margaret) karya Yudy Blume, Penerbit Gramedia, Jakarta, tahun 2003, halaman 60-65.


Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah tema novel diatas?
2. Kemukakan kelebihan novel tersebut dengan alasan yang logis?
3. Kemukakan kelemahan novel tersebut dengan alas an yang logis!
4. Apakah pendapatmu tentang isi novel tersebut?
5. Bagaimana jika sebagai tokoh utama dalam novel tersebut? Jelaskan!

4. Pedoman penskoran penilaian observasi
No. 1
Kegiatan Skor
Siswa menuliskan tema dialog secara tepat 5
Siswa menuliskan tema dialog kurang tepat 3
Siswa menuliskan tema dialog salah 1
Siswa tidak menjawab apa-apa 0
No. 2
Kegiatan Skor
Siswa mengemukakan kelebihan novel dengan alasan logis 5
Siswa mengemukakan kelebihan novel dengan alasan kurang tepat 3
Siswa mengemukakan kelebihan novel kurang tepat 1
Siswa tidak menjawab apa-apa 0
No. 3
Kegiatan Skor
Siswa mengemukakan kelemahan novel dengan alasan logis 5
Siswa mengemukakan kelemahan novel dengan alasan kurang tepat 3
Siswa mengemukakan kelemahan novel kurang tepat 1
Siswa tidak menjawab apa-apa 0
No. 4 dan 5
Kegiatan Skor
Siswa mengemukakan penapat dengan alasan logis 5
Siswa mengemukakan pendapat dengan alasan kurang tepat 3
Siswa mengemukakan pendapat kurang tepat 1
Siswa tidak menjawab apa-apa 0



Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (5)











5. Lampiran 2: Lembar observasi dalam diskusi kelompok
No Nama Keaktifan Hasil Kerjasama
A B C A B C A B C
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15














Ket: A  90—100 C  55—65
B  70—85








..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................




















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.14.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 14. Mengapresiasi kutipan novel remaja ( asli/ terjemahan) melalui kegiatan membaca
Kompetensi Dasar : 14.2 Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel remaja ( asli atau terjemahan )
Indikator 1).Mampu mengungkapkan hal yang menarik dari novel yang dibaca dengan alasan yang logis
2). Mampu menanggapi komentar teman tentang novel dengan bahasa yang santun.

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa diharapkan:
1).Mampu mengungkapkan hal yang menarik dari novel yang dibaca dengan alasan
yang logis
2). Mampu menanggapi komentar teman tentang novel dengan bahasa yang santun.


II. Materi Pembelajaran
1).Hal – hal yang menarik dari sebuah novel
Misalnya tentang :
• unsur instrinsik seperti tokoh dan karakternya, gaya bahasa, alur bercerita, Tema, jalinan konflik, setting, dll.
• Unsur fisik buku seperti , gambar , sampul, bahasa, gambar ilustrasi, dsb.

2). Beberapa komentar yang bisa diberikan teman yang mengungkapkan hal - hal
tentang novel meliputi unsur intrinsik novel.

III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
penugasan
Inkuiri
Demonstrasi

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (menanyakan pengalaman siswa dalam membaca novel) misalnya: pernahkah memabca novel? Adakah hal yang menariuk dari novel yang dibaca? Misalnya apakah yangv menarik itu? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas membaca kutipan novel remaja terjemahan, kemudian mendiskusikan hal-hal yang menarik dari kutipan novel tersebut dengan alasan yang logis.
3. Menyampaikan hal-hal yang menarik pada kelompoknya masing-masing dan anggota kelompok menanggapinya dengan bahasa yang santun.
60 menit
Diskusi
Penugasan
Inkuiri


presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihaapi dalam menyampaikan hal-hal yang menarik dari kutipan novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan saat itu.

10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa menyampaikan hal-hal yang menarik pada kelompok lain dengan alasan yang logis.
3. Siswa kelompok lain menanggapinya dengan mengajukan pertanyaan dan pendapat dengan alasan bahasa yang santun.
4. Siswa kelompok pemerhati memberikan penilaian terhadap penyaji dan penanggap dengan mengisikan pada format pengamatan.


60 menit
Diskusi

presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihaapi dalam menyampaikan hal-hal yang menarik dari kutipan novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab


V. SUMBER BELAJAR
Novel terjemahan berjudul ………..karya ………..penerbit ………………………
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS bahasa Indonesia kelas VIII MGMP Kab. Malang hal. 45-46


VI. PENILAIAN
1. Teknik : observasi
2. Bentuk Instrumen : lembar observasi
3. Intrumen penilaian


Bacalah kuitpan novel berikut kemudian jawablah pertanyaannya!


AKHIR SEMESTER
MARY-LOU melihat lemari kecil di dekatnya. Ia tahu apa isinya. Bola, raket, sepatu rusak….pokoknya benda-benda yang sudah tak dipakai tapi pemiliknya merasa sayang untuk membuangnya. Mungkin sepatu Gwendoline ada di situ! Hati-hati ia membuka pintu lemari kecil tersebut, takut kalau-kalau ada labah-labah atau binatang kecil lain keluar.
Diperiksanya berbagai benda rongsokan di dalamnya. Dengan takut ia memindah-mindahkan barang-barang itu satu per satu. Ditariknya sebuah raket, dan sebuah benda terjatuh dengan suara keras. Mary-Lou membeku seketika. Adakah orang yang mendengar suara itu? Ia menahan napas dengan badan gemetar. Tidak, agaknya tak ada. Ia mulai mencari-cari lagi.
Dan ditemukannya sepatu Gwendoline! Ditemukannya botol dengan tinta ungu. Itulah yang jatuh dengan suara keras tadi. Mary-Lou memperhatikan botol tinta itu, dan ia tahu digunakan untuk apa benda tersebut oleh Gwendoline. Diperhatikannya sepatunya – dan di sepatu yang sebelah kanan terlihat bekas tinta ungu. Nyata sekali!
Dengan tangan gemetar Mary-Lou melihat nama yang tertulis di dalam sepatu itu. Untuk meyakinkan diri. Ya, di situ tertulis denagn tulisan rapi Nona Winters: Gwendoline Lacey.
“Jadi betul-betul Gwendoline!”piker Mary-Lou.
“Aku memang telah yakin bahwa bukan Darrell yang berbuat. Akau akan segera membangunkan anak-anak….akan kuceritakan sekarang juga. Ah, lebih baik jangan. Mungkin Katherine akan marah aku keluyuran malam-malam begini.”
Mary-Lou mengambil botol dan sepatu itu. Dipadamkannya lampu kamar. Ia berdiri dalam kegelapan. Tetapi apakah dia takut? Sedikitpun tidak. Tak sekali pun ia memikirkan kegelapan di sekelilingnya. Pikirannya dipenuhi oleh penemuannya yang begitu berarti. Ia telah membuktikan bahwa bukan Darrell yang melakukan perbuatan itu. Darrell tidak bersalah!
Mary-Lou bangun paling pagi. Ia langsung pergi ke tempat Katherine. Diguncangnya ketua kelasnya itu sehingga terbangun. “Bangun!” serunya. “Ada sesuatu yang sangat penting yang harus kukatakan padamu. Bangunkan yang lain!”
Yang lain terbangun juga oleh keributan Mary-Lou. Mereka duduk di tempat tidur, mengusap-usap mata masing-masing. Mary-Lou berdiri menghadap semua tempat tidur, dan ia angkat sepatu Gwendoline dengan gaya penuh arti.
“Lihat! Telah kutemukan sepatu yang betul-betul terkena tinta. Dan kutemukan pula satu botol tinta ungu. Lihat ini? Anak yang telah menghancurkan pulpenku menyembunyikan sepatunya dan mengoles sepatu Darrel dengan tinta ungu ini. Dengan demikian kalian semua menuduh Darrel berbuat.”
“Tetapi sepatu siapa itu?” tanya Katherine heran. “Dan kau temukan di mana?”
“Malam tadi aku pergi ke bawah, dan menyelidiki di tempat penyimpanan barang-barang yang tak terpakai,”kata Mary-Lou bangga. Semua semakin heran. Mary-Lou berani turun dalam kegelapan? Semua tahu bahwa Mary-Lou sangat takut di kegelapan.
“Kutemukan sepatu dan botol tinta ini di dalam lemari kecil di tempat itu,”kata Mary-Lou. “Dan apakah kalian ingin mengetahui sepatu siapakah ini? Aku tak akan mengatakannya pada kalian. Tidak. Lihat saja ke seisi kamar ini. Dan kalian bisa melihat dari gerak-gerik mukanya, nama siapa yang tertulis di dalam sepatu ini!”
Memang benar. Muka Gwendoline merah padam oleh rasa marah dan rasa ketakutan. Dengan gusar dipelototinya Mary-Lou. Wah, jadinya dirinya tertangkap juga. Mengapa tidak dibuangnya saja botol dan sepatu itu ke laut!
“Gwendoline!” bisik anak-anak itu. Mereka memandang dengan rasa marah dan jijik pada anak yang kini wajahnya merah padam itu. Dan kali ini Gwendoline tidak berusaha untuk menyangkal. Ia merebahkan badan kembali ke tempat tidur, menyembunyikan mukanya di bantal.
Katherine memeriksa sepatu dan botol itu. Kemudian ia mendekati Darrel, mengulurkan tangan minta maaf.
“Darrel, aku minta maaf karena telah berpikir bahwa kaulah yang berbuat,”katanya. “Sesungguhnya aku tak meragukan kejujuranmu, tapi aku harus mempunyai bukti nyata untuk itu.”
“Oh, tak apa. Lupakanlah ,”kata Darrel dengan wajah berseri-seri. “Memang aku sangat menderita karena sikap kalian, tetapi aku ternyata dapat mengandalkan dua orang sahabat yang tak pernah meragukan aku….Sally dan Mary-Lou. Aku masih beruntung. Gwendoline tak akan punya sahabat seperti keduanya.”
Satu persatu anak-anak di kamar itu minta maaf pada Darrel. Alicia agak kaku sikapnya, sebab ia betul-betul malu akan kata-kata keras yang diucapkannya dulu itu. Namun memang begitulah sifat Alicia. Selalu keras dan tajam. Ia harus mendapat banyak pelajaran sebelum bisa menguasai sifat kekerasannya itu dan memperoleh pengertian dari orang-orang di dekatnya.
“Aku ingin bersahabat denganmu lagi,”kata Alicia kikuk. “Bergabunglah dengan Betty dan aku seperti dulu.”
“Terima kasih,”kata Darrel, dan ia menoleh pada wajah kecil penuh rasa setia, Sally, di sampingnya “Tapi kalau kau tak keberatan aku lebih suka bersahabat dengan Mary-Lou dan Sally saja. Aku sering memperlakukan meraka buruk, tetapi ternyata mereka malah membelaku pada saat aku mendapat kesulitan. Kukira merekalah sahabat-sahabat sejatiku.”
“Oh, terima kasih, Darrell!” kata Mery-Lou dengan wajah bahagia.
Sally tak berkata apa-apa. Tetapi Darrel merasakan sebuah cubitan lembut di lengannya. Darrel berpaling pada Sally dan tersenyum. Ia juga merasa sangat bahagia kini. Segalanya telah selesai dan keadaan pasti akan baik terus sampai akhir semester. Bagus.
Ia melihat Gwendoline tengkurap di tempat tidurnya, menangis. Dalam kebahagiaannya, Darrel bahkan tak bisa melihat musuhnya bersedih. Didekatinya Gwendoline, dan diguncangkannya punggung anak itu perlahan.
“Gwendoline,”katanya, “aku tak akan mengatakan peristiwa ini pada siapapun. Dan teman-teman di kamar ini juga akan berbuat yang sama, bila kuminta. Tapi kau harus membelikan pulpen baru bagi Mary-Lou. Pulpen yang sama indahnya, sama bagusnya dengan pulpen yang kauhancurkan. Bagaimana?”
“Baiklah,” kata Gwendoline lemas, hamper tak terdengar. “Aku akan membelikannya.”
Hanya itulah yang bisa dikatakan Gwendoline. Ia bahkan tak bisa berkata bahwa ia menyesal. Ia bahkan tak bisa berkata minta maaf ketika akhirnya ia memberi Mary-Lou sebuah pulpen baru dan sangat bagus.


1. Tulislah hal yang menarik terhadap novel tersebut dengan mengisi tabel berikut!
No Hal yang ditanggapi Hal yang membuktikan dari cerita Alasan Menarik
1 Tentang tokoh dan karakternya
2 Gaya bahasa
3 Gaya bercerita
4 Tema
5 Latar

2. Menanggapi komentar teman tentang hal yang menarik dari novel
No Hal yang Ditanggapi Uraian Tanggapan






1. Pedoman penskoran penilaian observasi dalam menanggapi novel
No. 1
Kegiatan Skor
Siswa menanggapi secara tepat 5
Siswa menanggapi kurang tepat 3
Siswa menanggapi salah 1
Siswa tidak menyampaikan apa-apa 0
No. 2
Kegiatan Skor
Siswa mengemukakan hal yang menarik dengan alasan logis 5
Siswa mengemukakan hal menarik dengan alasan kurang tepat 3
Siswa mengemukakan hal menarik kurang tepat 1
Siswa tidak menjawab apa-apa 0
No. 3
Kegiatan Skor
Siswa menunjukkan kerjasama dan aktif 5
Siswa kurang berkerja sama dan kurang aktif 3
Siswa tidak berkeja sama dan tidak aktif 1
Siswa tidak melakukan apa-apa 0



Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (5)



2. Lembar penilaian observasi dalam diskusi kelompok oleh pengamat
No Nama Tanggapan Penyajian Kerjasama kelompok Jumlah skor
1 3 5 1 3 5 1 3 5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15















Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (15)







..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.15.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 15 Memahami buku novel remaja ( asli / terjemahan ) dan antologi puisi
Kompetensi Dasar : 15.1 Menjelaskan alur cerita , pelaku dan latar novel ( asli / terjemahan )
Indikator 1).Mampu menentukan alur cerita
2). Mampu menulis tokoh dalam novel yang dibaca
3). Mampu menentukan latar novel dengan bukti yang faktual

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa diharapkan:
1) Mampu menentukan alur cerita
2) Mampu menulis tokoh dalam novel yang dibaca
3) Mampu menentukan latar novel dengan bukti yang faktual


II. Materi Pembelajaran
1). Menentukan alur cerita
Misalnya :
• alur linier  cerita diawalai dengan perkenalan, krisis, konflik, klimaks, penurunan,
dan penyelesaian.
• Alur flasback  cerita dimulai penurunan cerita atau klimaks kemdian secara berurutan kembali dari awal sampai akhir cerita.
• Alur campuran  cerita tidak terikat pada urutan alur konvensional.

2). Menulis tokoh dalam novel yang dibaca
Misalnya: watak tokoh, konflik yang dialami tokoh, dan hal-hal yang bisa diambil dari
tokoh untuk diteladani
3). Menentukan latar novel dengan bukti yang faktual
Misalnya: latar tempat dan waktu baik tersurat mapun tersirat dalam cerita.


III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri
Demonstrasi

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran

VII. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (menanyakan pengalaman siswa dalam membaca novel) misalnya: pernahkah membaca novel? Adakah hal yang menarik dari novel yang dibaca? Misalnya apakah yang menarik itu? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas membaca kutipan novel remaja terjemahan, kemudian mendiskusikan alur, pe¬laku, dan latar dalam kutipan novel terjemahan serta menyim¬pulkan keterkaitan alur, pelaku, dan latar
3. Menyampaikan hasil diskusinya pada kelompok lain dengan alasan logis
4. Masing-masing anggota kelompok menanggapinya dengan bahasa yang santun.
60 menit
Diskusi
Penugasan
Inkuiri


presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar cerita pada kelompok lain.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan saat itu.

10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa membaca buku novel terjemahan, kemudian menganalisis alur ceri¬ta, pelaku, dan latar novel terje¬mahan.
3. Siswa menjelaskan hasil kegiatannya untuk ditanggapi oleh kelompok lain.
4. Siswa kelompok lain menanggapinya dengan mengajukan pertanyaan dan pendapat dengan alasan bahasa yang santun.
5. Siswa kelompok pemerhati memberikan penilaian terhadap penyaji dan penanggap dengan mengisikan pada format pengamatan.


60 menit
Diskusi

presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihaapi dalam menyampaikan hal-hal yang menarik dari kutipan novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Kutiopan novel terjemahan judul …………………….karya ………………..penerbit ………
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Nurhadi, Dawud & Yuni Penerbit Erlangga .
2004
LKS bahasa Indonesia kelas VIII MGMP BIND Kab. Malang 2008 hal. 46-47.

VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : tes
2. Bentuk Instrumen : tes tulis uraian
3. Kisi – Kisi soal penilaian

Bacalah Kutipan novel berikut kemudian jawablah pertanyaannya!

A CHANGE OF HEART
(Lynn Stanley,Amerika)

Debora tidur-tiduran sambil terlentang menatap kelambu ungu buatan Swis bercorak titik-titik yang tergantung di kamarnya. Dia membolak-balik sebuah novel remaja. Belum lama membaca, mamanya mengagetkannya.
“ Bagaimana Deb, apa kamu perlu segelas minuman beralkohol ?”, tanya ibunya. Debora menggeleng.
“Kalau begitu, siapkan makan malam!”
“ Makan apa kita malam ini?
“Bistik dan slada bayam”, jawab mamanya sambil menyisir rambut pirangnya yang panjang terurai. Debora mengerutkan keningnya.
“ Yeak! Mama kan tahu Debora tidak suka slada bayam!
“ Slada bayam penting, Deb,” Nyonya Nichols menekankan suaranya.
Debora tampak ragu dan menelan ludah dengan sukar. Dia mulai menjalankan tugasnya membereskan meja makan. Debora meletakkan alat-alat makan dengan hati-hati. Garpu di sebelah kiri piring, di atas lap tangan. Pisau di sebelah kanan, sisi tajamnya menghadap ke arah piring.
“ Biar aku saja yang menghabiskan slada bayam ini”, Papa Debora tiba-tiba muncul di meja makan. Kata-kata ayahnya memberinya sedikit ketenangan seperti meminum teh hangat di hari yang sangat dingin.
…………………..................................................................…………………....………………………………
Pasal 2
Debora menelepon Cheryl. Suara Debora terdengar gelagapan ketika berbicara di telepon.
“Cheryl?”
Suara di seberang sana terdengar lembut, “Ya”.
“ Ini saya Debora!”
Hening. Untuk menghormati pribadi anaknya, Tuan Nichols dan istrinya meninggalkan ruangan.
“ Ada apa?”, tanya Cheryl.
“ Aku hanya minta maaf”. Cheryl tidak berkata apa-apa.
“ Maksud saya tentang ejekan saya kepadamu sebelum liburan musim panas” Cheryl masih diam. Cheryl masih tidak percaya, Debora gadis terpopuler di sekolahnya itu mau minta maaf padanya.
“ Cheryl, saya sudah berpikir bahwa sekaranglah saat menerimamu untuk bergabung di klub kami”.
Cheryl tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Selama lebih dari setahun, ia sangat ingin menjadi anggota klub tersebut. Setiap gadis seusianya ingin menjadi anggota klub tersebut. Klub itu hanya beranggotakan 11 orang dan mereka adalah gadis-gadis yang paling populer. Anggota klub ini adalah siswa yang paling pandai, paling populer, dan memiliki pakaian yang paling bagus. Gadis-gadis anggota klub ini pernah pernah mengadakan perjalanan selama libur Natal dan pernah bermalam seminggu di sebuah kabin kapal sewaan di danau pada musim panas. Mereka selalu mengadakan pesta-pesta atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.
................................................................……………………………………………………………………………………

Pasal 3
Setiap orang berubah setelah liburan musim panas, terutama anak laki-laki, mereka bertambah tinggi paling sedikit 15 cm. Di halaman sekolah itu nampak anak-anak perempuan mengubah mode rambut mereka, dan hampir setiap orang memakai pakaian baru.
“ Hi Deb, apa kabar?” Reynold mencium pipi Debora.
“ Baik, bagaimana libur musim panasmu?” Debora kembali bertanya.
“ Cukup menyenangkan, “ Jawab Reynold sambil berlari.
“ Debora!”, Wendy gadis berambut pirang itu tiba-tiba memeluknya dan mencium pipinya. Wendy mengajak
Debora berlari ke arah Sally, yang sedang membandingkan jadwal kelasnya di sekitar kantin sekolah. Sally mengambil jadwal Peter dan memeriksanya dengan teliti.
“ Wah asyk! Kita sekelas di pelajaran fisika dan biologi!” Debora melihat Cheryl di sudut kantin duduk sendiri.
Debora ingin mendekat, tapi tiba-tiba keraguan menyergap hatinya. Debora yang angkuh dan tidak mau minta maaf, kembali merasuk ke dalam pikirannya. Debora terus berjuang melawan keangkuhannya. Debora berlari mendekati Cheryl. Dengan tegas ia menjabat tangan yang selama ini dibenci. Cheryl memeluk Debora dengan hangat.
“ Terima kasih, Ryl kamu mau memaafkan kesalahanku selama ini” mereka segera menuju kelas yang sudah dipenuhi siswa lain.



Jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan alur kutipan novel diatas dengan menunjukkan tahapan-tahapannya!
2. Siapakah tokoh utama dalam kutipan di atas? Bagaimana watak tokoh tersebut? Jelaskan dengan disertai bukti kutipannya!
3. Tentukan latar yang terdapat dalam kutipan novel di atas! Jelaskan dengan disertai bukti kutipannya!
4. Adakah keterkaitan antara alur cerita, tokoh dan setting dalam cerita di atas? Jelaskan dengan alsan yang logis!




1. Pedoman penskoran penilaian observasi dalam menanggapi novel
No. 1
Kegiatan Skor
Siswa menjawab secara tepat tiap butir soal 5
Siswa menjawab kurang tepat tiap butir soal 3
Siswa menjawab salah tiap butir soal 1
Siswa tidak menjawab apa pun 0



Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (20)



2. Lembar penilaian observasi dalam diskusi kelompok
No Nama Keaktifan Kesungguhan Kerjasama kelompok Jumlah skor
A B C A B C A B C
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10











Ket: A  90—100 C  55—65
B  70—85


..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................




............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.15.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 15 Memahami buku novel remaja ( asli / terjemahan ) dan antologi puisi
Kompetensi Dasar : 15.2 Mengenali ciri – ciri umum puisi dari buku
antologi puisi
Indikator 1).Mampu mendata hal – hal yang bersifat khusus dari
puisi – puisi dalam antologi
2). Mengidentifikasi ciri – ciri umum puisi yang terdapat
dalam buku antologi puisi

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1). mendata hal – hal yang bersifat khusus dari puisi – puisi dalam antologi
2). Mengidentifikasi ciri – ciri umum puisi yang terdapat dalam buku antologi puisi

II. Materi Pembelajaran
1). mendata hal – hal yang bersifat khusus dari puisi – puisi dalam antologi
Misalnya: diksi, majas, persajakan, efoni , kakafoni dan tema yang disampaikannya.
2). Mengidentifikasi ciri – ciri umum puisi yang terdapat dalam buku antologi puisi
Ciri-ciri umum puisi
• Puisi merupakan karya sastra yang imajinatif
• Puisi disusun dengan mengutamakan pilihan kata
• Puisi memiliki nilai keindahan musikalitas
• Puisi memiliki licensi poitika


Perhatikan puisi berikut!

CEMAS
bila langit punya mata
mungkin ia akan menarikku
dan membiarkanku bergelantungan di udara
seperti kekasihku yang membiarkanku
terkatung sendiri di sini

bila laut punya mata,
mungkin ia akan menenggelamkanku di antara
dan mencepitkan diriku diantara karang-karangnya
seperti teman-teman menyudutkanku
tersisih sendiri di sini

Oleh : Eko Ufi
Mahasiswa JPBSI’95 IKIP Malang
Dari : Makna Adalah Edisi I/XII/97


III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
diskusi
Inkuiri
Demonstrasi




IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (menanyakan pengalaman siswa dalam membaca puisi )misalnya: pernahkah membaca puisi ? Adakah hal yang menarik dari puisi yang dibaca? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas Membaca puisi-puisi dalam buku antologi puisi, kemudian ber tanya jawab untuk mendata hal-hal yang khusus dari puisi-puisi da¬lam antologi (misalnya; diksi, majas, musikalitas, persajakannya, dll)
3. Siswa menyampaikan hasil diskusinya untuk ditanggapi kelompok lain

60 menit
Diskusi
Penugasan
Inkuiri


presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menemukan cirri-ciri puisi dari buku antologi puisi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan saat itu.

10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa membaca puisi untuk mengidentifikasi ciri-ciri umum puisi yang terdapat di dalam antologi puisi dalam kelompoknya.
3. Siswa menjelaskan hasil kegiatannya untuk ditanggapi oleh kelompok lain.


60 menit
Diskusi

inkuiri

presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menemukan cirri-ciri puisi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab


V. SUMBER BELAJAR
Antologi Puisi
Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII Karangan Nurhadi, Dawud & Yuni penerbit Erlangga
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII MGMP BIND kab. Malang hal. 56.57



VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : tes
2. Bentuk Instrumen : tes tulis uraian
3. Kisi – Kisi soal penilaian

4. Soal Penilaian

Bacalah puisi berikut kemudian jawabalah pertanyaannya!


















Jelaskan ciri-ciri puisi tersebut dari segi:

NO Indikator Jawaban
1 Makna Puisi

2 Rima/persajakan

3 Kata-kata majas

4 Pilihan kata



5. Pedoman penskoran penilaian

Kegiatan Skor
Siswa menjawab secara tepat tiap butir soal 5
Siswa menjawab kurang tepat tiap butir soal 3
Siswa menjawab salah tiap butir soal 1
Siswa tidak menjawab apa pun 0



Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (20)






1. Lembar penilaian observasi dalam diskusi kelompok
No Nama Keaktifan Kesungguhan Kerjasama kelompok Jumlah skor
A B C A B C A B C
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10











Ket: A  90—100 C  55—65
B  70—85





Keterangan Nilai :
Baik : 86 - 100
Sedang : 75 - 84
Kurang : < 74
6. Kunci Jawaban




..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................




















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.16.1
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 16. Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas
Kompetensi Dasar 16.1 Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai
Indikator 1). Mampu mendata obyek yang akan disajikan bahan
menulis puisi
2). Mampu menulis puisi dengtan menggunakan pilihan
kata yang tepat
3). Mampu menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1) Mendata obyek yang akan dijasikan bahan menulis puisi
2) Menulis puisi dengtan mengguinakan pilihan kata yang tepat
3) Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis


II. Materi Pembelajaran
1). Mendata obyek yang akan disajikan bahan menulis puisi
Misalnya:
• mengamati seputar lingkungan sekolah taman, pohon, kolam, tempat
sampah, dll.
• Menyusun kata-kata terkait objek yang diamatinya dengan bebas
• Menyunting susunan kata-kata agar menjadi puisi yang bagus.
2). Menulis puisi dengtan menggunakan pilihan kata yang tepat
3). Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis


III. Metode Pembelajaran
Pemodelan
Tanya jawab
Inkuiri
Penugasan
pelatihan

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (menanyakan pengalaman siswa dalam membaca puisi) misalnya: pernahkah membaca puisi? Adakah kesulitan dalam membaca puisi? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok masing-masing
2. Siswa diberi tugas Membaca berbagai puisi, kemu¬dian mendaftar topik yang akan diangkat sebagai puisi
3. Bertanya jawab untuk menen¬tu¬kan puisi yang akan ditulis.
60 menit
Diskusi
Penugasan
Inkuiri


presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar cerita pada kelompok lain.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan saat itu.

10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa Mengamati objek, mendata objek yang akan dijadikan bahan penu¬lisan puisi
3. Mendeskripsikan objek dalam la¬rik-larik puisi
4. Menulis puisi dengan menggu¬nakan pilihan kata yang tepat
5. Menyunting sendiri pilihan kata yang terdapat di dalam puisi yang ditulis agar bersifat puitis
6. Siswa menyajikan puisinya pada kelompok untuk dikomentari.


60 menit
Diskusi

Penugasan
pelatihan

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menulis puisi
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab


V. SUMBER BELAJAR
Puisi berbagai bentuk
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Nurhadi, Dawud & Yuni penerbit Erlangga

VI. PENILAIAN
a. Teknik : tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : uji petik kerja dan produk
c. Kisi – Kisi soal penilaian

d. Soal Penilaian
Buatlah puisi bebas dengan mengamati objek di sekitar sekolah dalam beberapa bait!

e. Pedoman penskoran penilaian

Diskriptor penulisan puisi Skor
Siswa mengerjakan tugas dengan baik dan benar 5
Siswa mengerjakan tugas kurang lengkap 3
Siswa mengerjakan tugas tidak tepat 1
Siswa tidak mengerjakan apapun 0



No Nama Siswa Aspek total
Isi Diksi Persajakan musikalitas
1

2

3

4




Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (20)












..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................




















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.16.2
Sekolah : SMPN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar Kompetensi 16. Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas
Kompetensi Dasar 16.2 Menulis puisi bebas dengan memperhatikan unsur persajakan
Indikator 1). Mampu mendata obyek yang akan dijasikan bahan
menulis puisi
2). Mampu mendiskripsikan obyek dalam laarik – larik yang bersifat puitis
3). Mampu menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis

Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1) Mendata obyek yang akan dijasikan bahan menulis puisi
2) Mendiskripsikan obyek dalam laarik – larik yang bersifat puitis
3) Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis

II. Materi Pembelajaran
1). Mendata obyek yang akan disajikan bahan menulis puisi
2). Mendiskripsikan objek dalam larik – larik yang bersifat puitis
3). Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis

III. Metode Pembelajaran
Pemodelan
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri
Demonstrasi

IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (menanyakan pengalaman siswa dalam menulis puisil) misalnya: pernahkah menulis puisi? Adakah hal yang menarik dari menulis puisi ? adakah kesulitan selama menulis puisi? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas membaca berbagai puisi untuk mendaftar topik yang akan diang¬kat sebagai puisi
3. Bertanya jawab untuk menen¬tu¬kan puisi yang akan ditulis
4. Menyampaikan hasil diskusinya pada kelompok lain dengan alasan logis

60 menit
Diskusi
Penugasan
Inkuiri
Tanya jawab

presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menulis puisi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Metode

A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan saat itu.

10 menit
Tanya Jawab
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa Mengamati objek dan mendata objek yang akan dipuisikan
3. Mendeskripsikan objek dalam larik-larik yang bersifat puitis
4. Menulis puisi dengan memper¬ha¬ti¬kan unsur persajakan
5. Menyunting puisi yang ditulis sen¬diri
6. Siswa membacakan hasil tulisan puisinya untuk ditanggapi kelompok.



60 menit

Diskusi

penugasan





presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi dalam menulis puisi
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
10 menit
Tanya jawab


VII. SUMBER BELAJAR
Puisi berbagai bentuk persajakan
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Nurhadi, Dawud & Yuni penerbit Erlangga
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII MGMP Kab. Malang hal 57-59



VIII. PENILAIAN
a. Teknik : tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : uji petik kerja dan produk
c. Kisi – Kisi soal penilaian

1.Soal Penilaian
Buatlah puisi bebas dengan mengamati objek di sekitar sekolah dalam beberapa bait!

2.Pedoman penskoran penilaian

Diskriptor penulisan puisi Skor
Siswa mengerjakan tugas dengan baik dan benar 5
Siswa mengerjakan tugas kurang lengkap 3
Siswa mengerjakan tugas tidak tepat 1
Siswa tidak mengerjakan apapun 0




No Nama Siswa Aspek total
Isi Persajakan musikalitas diksi
1

2

3

4




Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor
Nilai akhir = X skor (100) Ideal = ............................
Skor maksimum (20)



..........................,.......................................
Mengetahui, Guru,
Kepala SMP .........................................





............................................................ .................................
NIP/NIK NIP .............................

Selasa, 13 Desember 2011

Laporan Pementasan Drama "Bunga Rumah Makan"

Tugas Pengembangan Bahan Ajar


LAPORAN ANALISIS DRAMA
“BUNGA RUMAH MAKAN”

OLEH:

Nila Sari Hutasuhut
209411018
Dik. A-Reguler ’09



JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011

Senin, 12 Desember 2011

RPP Q

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMA Negeri 1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X / 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Standar Kompetensi
Membaca: 15. Memahami sastra Melayu Klasik
B. Kompetensi Dasar
15.1. Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsure intrinsic sastra Melayu Klasik
C. Indikator
Pertemuan Pertama
• Mengidentifikasi karakteristik karya sastra Melayu Kasik
• Menentukan struktur (unsur) karya sastra Melayu Klasik
Pertemuan Kedua
• Menuliskan secara singkat karya sastra Melayu Klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa paragraph
D. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
• Siswa dapat mengidentifikasi karakteristik karya sastra Melayu Kasik
• Siswa dapat menentukan struktur (unsur) karya sastra Melayu Klasik

Pertemuan Kedua
• Siswa dapat menuliskan secara singkat karya sastra Melayu Klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa paragrap
F.Materi Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama
Karya sastra Melayu Klasik
Ciri-ciri :
- Bersifat anonim tetapi biasanya ditemukan nama penyair naskah
- Bersifat kraton sentries atau menceritakan kehidupan raja-raja di istana
Unsur-unsur karya sastra Melayu Klasik:
a. Tema yakni ide pokok yang menjadi landasan cerita
b. Tokoh yakni orang (binatang dalam cerita fable) yang memiliki sifat-sifat tertentu dan mengalami serangkaian kejadian
c. Alur atau plot yakni rangkaian peristiwa yang saling berhubungan dan disusun berdasarkan sebab-akibat
d. Latar atau setting yakni tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita
e. Sudut pandang atau Point of View yakni posisi pengarang ketika menulis atau mengembangkan cerita
f. Amanat yakni pesan pengarang terhadap pembaca
2. Pertemuan Kedua
Ringkasan isi karya sastra Melayu Klasik
Contoh : Hikayat Sri Rama
Judul : Sita Dewi diterbangkan oleh Maharaja Rahwana
Disebuah kerajaan yang letaknya di Langkapura dipimpin seorang rajayang bernama Maharaja Rahwana. Beliau mempunyai dua orang pengawal yang bernama Maha Luka dan Perjangga Sura. Di tempat lain ada pula sebuah kerajaan yang diperintahi oleh Seri Rama dengan permaisuri Sita Dewi. Maharaja Rahwana ingin menculik Sita Dewi, permaisuri Seri Rama. Suatu ketika Maharaja Rahwana menyuruh pengawalnya untuk pergi ke tempat Seri Rama dan menyatakan agar seorang menjadi kijang emas dan seorang lagi kijang perak.
Dan menyuruh mereka pergi ke hadapan rumah Seri Rama, serta mereka disuruh melompat-lompat dan menari-nari. Sita Dewi melihat kedua kijang tersebut. Lalu menyuruh suaminya Seri Rama menangkap kijang tersebut hidup-hidup. Tetapi Seri Rama menolak bahwa kijang itun tidak dapat ditangkap melainkan ditembak saja. Sita Dewi tidak menerima usul suaminya, dia tetap menginginkan kijang itu harus ditangkap hidup-hidup. Lalu Seri Rama pergi ke luar dan ingin menangkap kijang tersebut, tetapi kijang itu lari ke hutan dan terus dikejar oleh Seri Rama.
Tetapi di hutan itu telah bersembunyi Maharaja Rahwana, kemudian berteriak minta tolong dengan meniru suara Seri Rama. Dari kejauhan Sita Dewi mendengar suara tersebut kemudian dia permisi kepada Laksamana agar ia keluar melihat suaminya minta tolong itu. Pada awalnya Laksamana tidak menyetujui Sita Dewi pergi karena ia mengingat pesan dari Seri Rama untuk menjag Sita Dewi. Tetapi karena Sita Dewi selalu mendesak untuk melihat suaminya ke hutan, kemudian ia diperbolehkan untuk pergi. Sita Dewi sampai di hutan yang nyatanya di hutan itu adalah Maharaja Rahwana dan saat itulah ia ditangkap dan diterbangkan oleh Maharaja Rahwana.


G. Model Pembelajaran
Student Teams - Achievment Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota yang lain sampai mengerti. Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya terdiri dari 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin)
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberikan kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab tidak boleh saling membantu
5. Memberi evaluasi
6. Kesimpulan

H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Belajar Waktu
1. Kegiatan Awal :
 Berdoa dan mengabsen siswa
 Salam pembuka / cerita lucu / menyanyi
 Memberikan informasi mengenai KD dan materi yang akan disampaikan
 Menjelaskan tujuan pembelajaran
 Menanyakan kembali pelajaran yang lalu yang berhubungan dengan pelajaran yang akan diajarkan

5 Menit
2. Kegiatan Inti :
 Menjelaskan karakteristik sastra Melayu Klasik secara mandiri , rasa ingin tahu, dan kreatif

 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik sastra Melayu Klasik secara mandiri dan komunikatif

 Tugas Terstruktur
- Membacakan salah satu sastra Melayu Klasik
- Mengidentifikasi karakteristik sastra Melayu Klasik
- Mendiskusikan struktur unsure intrinsic sastra Melayu Klasik
35 Menit

3. Kegiatan Akhir :
 Penilaian
 Refleksi memahami arti pentingnya karakteristik dan unsur intrinsik sastra Melayu Klasik
 Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
- Menuliskan secara ringkas isi karya sastra Melayu Klasik dengan judul “Sejarah Melayu” dengan bahasa sendiri
5 Menit




I. Sumber dan Media Pembelajaran
• karya satra Melayu klasik



J. Penilaian
- Teknik : Tes tertulis
- Bentuk : Test uraian
- Soal/Instrumen :
1. Tuliskan ciri-ciri sastra Melayu Klasik!
2. Tuliskan unsur-unsur intrinsic sastra Melayu Klasik!
3. Tuliskan sebuah judul cerita yang termask sastra Melayu Klasik!










Format Penilaian
No Kunci Jawaban Skor Butir Skor Maksimum
1 a. Bersifat anonim
b. Bersifat kraton sentries
c. Menggunakan kata klise : maka, arkian, hatta, sebermula 10
10
10 30
2 a. Tema
b. Alur / plot
c. Perwatakan / penokohan
d. Latar / setting
e. Point of view (sudut pandang)
f. Amanat
g. Majas / gaya bahasa 5
5
10
5
10
5
10 50
3 Hikayat Seri Rama 20 20

SKOR MAKSIMUM
100

Mengetahui Sidempuan, Desember 2011

Kepala SMA Negeri 1 Guru Mata Pelajaran

Model-model Pembelajaran

Model-Model Pembelajaran
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.
Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi.
1) Koperatif (CL, Cooperative Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siawa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.
Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.
2) Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi.

Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).

3) Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)
Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengemabngan mateastika).

Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).

Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)
Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).

4) Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal.

Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri

Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum dikenal cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, atau algoritma). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan, siswa mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi.

5) Problem Posing
Problem posing yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi, yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adalah: pemahaman, jalan keluar, identifikasi kekeliruan, menimalisasi tulisan-hitungan, cari alternative, menyusun soal-pertanyaan.
6) Problem Terbuka (OE, Open Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.

Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitakkan dengan materui selanjutnya, siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri).

Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat reson siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan.
7) Probing-prompting
Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.

Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mngurang kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi
8) Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)
Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat, eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.
9) Reciprocal Learning
Weinstein & Meyer (199 mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya, representasi, hipotesis.

Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum.
10) SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan mennaggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunbakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.
11) TGT (Teams Games Tournament)
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. SDetelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas.

Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut:

a.Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan
b.Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.

c. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium.

Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.

e. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.
12) VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic)
Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas, dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih, mengembangkannya. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI, dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic.
13) AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition)
Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis.
14) TAI (Team Assisted Individualy)
Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver, 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi.

Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul, (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi, (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.
15) STAD (Student Teams Achievement Division)
STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward.
16) NHT (Numbered Head Together)
NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.
17) Jigsaw
Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. Pengarahan, informasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu, tuiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok aasal, pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

TPS (Think Pairs Share)
Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share), kuis individual, buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.

GI (Group Investigation)
Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, rencanakan pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas, misal mengukur tinggi pohon, mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah, jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah, banyak guru dan staf sekolah), pengoalahn data penyajian data hasi investigasi, presentasi, kuis individual, buat skor perkem\angan siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.

MEA (Means-Ends Analysis)
Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas, pilih strategi solusi

CPS (Creative Problem Solving)
Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan dan fokus-pilih, mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi, presentasi dan diskusi.

TTW (Think Talk Write)
Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laopran hasil presentasi. Sinatknya adalah: informasi, kelompok (membaca-mencatatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan.

TS-TS (Two Stay – Two Stray)
Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Sintaknya adalah kerja kelompok, dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain, kerja kelompok, kembali ke kelompok asal, kerja kelompok, laporan kelompok.

CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending)
Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep, (0) organisasi ide untuk memahami materi, (R) memikirkan kembali, mendalami, dan menggali, (E) mengembangkan, memperluas, menggunakan, dan menemukan.

SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana, darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan cari jawabanya, Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama), dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh

SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)
SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.

MID (Meaningful Instructionnal Design)
Model ini adalah pembnelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman, analisi pengalaman, dan konsep-ide; (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar; (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep

KUASAI
Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini, Kerangka pikir untuk sukses, Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar, Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai), Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya, Ajukan pengujian pemahaman, dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar.

CRI (Certainly of Response Index)
CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer, 1 untuk amost guest, 2 untuk not sure, 3 untuk sure, 4 untuk almost certain, dn 5 untuk certain.

DLPS (Double Loop Problem Solving)
DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut.

Sintaknya adalah: identifkasi, deteksi kausal, solusi tentative, pertimbangan solusi, analisis kausal, deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal, mengelompokkan gejala, menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi, mengidentifikasui kausal, imoplementasi solusi, identifikasi kausal utama, menemukan pilihan solusi utama, dan implementasi solusi utama.

DMR (Diskursus Multy Reprecentacy)
DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sintaksnya adalah: persiapan, pendahuluan, pengemabangan, penerapan, dan penutup.

CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)
Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang, guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama (membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi hasil kelompok, refleksi.

IOC (Inside Outside Circle)
IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya

Tari Bambu
Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama, siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan, siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya, dan kembali berbagai informasi.

Artikulasi
Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan sebangku, salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan hasil diskusinya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.

Debate
Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan, siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok, sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian, guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu.

Role Playing
Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut, pembentukan kelompok siswa, penyampaian kompetensi, menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya, kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon, presentasi hasil kelompok, bimbingan penimpoulan dan refleksi.

Talking Stick
Sintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat, sajian materi pokok, siswa mebaca materi lengkap pada wacana, guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru, tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya, guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.

Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum, membentuk kelompok, pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok, bekerja kelompok, tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain, kelompok lain menjawab secara bergantian, penyuimpulan, refleksi dan evaluasi

Student Facilitator and Explaining
Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian materi, siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.

Course Review Horay
Langkah-langkahnya: informasi kompetensi, sajian materi, tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya, pemberian reward, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Demonstration
Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, dikusi kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Explicit Instruction
Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan balikan, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Scramble
Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar, buat kartu jawaban dengan diacak nomornya, sajikan materi, membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban, siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.

Pair Checks
Siswa berkelompok berpasangan sebangku, salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan, pengecekan kebenaran jawaban, bertukar peran, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Make-A Match
Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Mind Mapping
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn, presentasi hasuil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.

Examples Non Examples
Persiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajikan gambar ditempel atau pakai OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, valuasi dan refleksi.

Picture and Picture
Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

Cooperative Script
Buat kelompok berpasangan sebangku, bagikan wacana materi bahan ajar, siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman, sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi, bertukar peran, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

LAPS-Heuristik
Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya, adakah alternative, apakah bermanfaat, apakah solusinya, dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Sintaks: pemahaman masalah, rencana, solusi, dan pengecekan.

Improve
Improve singkatan dari Introducing new concept, Metakognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulty, Obtaining mastery, Verivication, Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep, siswa latian dan bertanya, balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi.

Generatif
Generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi, pengungkapan ide-konsep awal, tantangan dan restruturisasi sajiankonsep, aplikasi, ranguman, evaluasi, dan refleksi

Circuit Learning
Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus, siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus, Tanya jawab dan refleksi

Complete Sentence
Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap, sampaikan kompetensi, siswa ditugaskan membaca wacana, guru membentuk kelompok, LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap, siswa berkelompok melengkapi, presentasi.

Concept Sentence
Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci, presentasi.

Time Token
Model ini digunakan untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit), siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon, setelah selesai kupon dikembalikan.

Take and Give
Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks, siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa - bahan belajar - dan nama yang diberi, informasikan kompetensi, sajian materi, pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian, evaluasi dan refleksi

Superitem
Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks, berupa opemecahan masalah. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi, berikan latihan soal bertingkat, berikan sal tes bentuk super item, yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi, integrasi, dan hipotesis.

Hibrid
Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori, koperatif-inkuiri-solusi-workshop, virtual workshop menggunakan computer-internet.

Treffinger
Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan, penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill, proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya, kelompok-kerjasama, kebebasan-terbuka, reward.

Kumon
Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep, ketrampilan, kerja individual, dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. Sintaksnya adalah: sajian konsep, latihan, tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai, jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi, lima kali salah guru membimbing.

Quantum
Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami, tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak, alami-dengan dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai konsep, demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.

Rumus quantum fisika asdalah E = mc2, dengan E = energi yang diartikan sukses, m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi), c = communication, optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal.

Jumat, 02 Desember 2011

LKS

LEMBAR KERJA SISWA
Nama : ¬____________
Kelas :_____________ Tujuan memahami sastra klasik:___________
Tanggal :____________

1) Bacalah hikayat di bawah ini!
HIKAYAT SRI RAMA
Awal hikayat, diceritakan perihal lahirnya Rawana setelah dikandung ibunya, Raksagandi, selama dua tahun. Pada usia 12 tahun Rawana sudah biasa memukul mati teman-teman sepermainannya sehingga ia dibuang oleh kakeknya, Bermaraja ke bukit Srandib. Setelah bertapa selama 12 tahun di sana, ia bertemu dengan Nabi Adam. Dengan syarat taat akan hukum Allah SWT., ia dianugerahi empat alam kearajaan yang kesemua rajanya tunduk kepadanya, yaitu kerajaan alam keindraan, kerajaan di dalam bumi, kerajaan di laut, dan kerajaan di permukaan bumi. Di negeri keindraan ia berkuasa, beristri Nila Utama dan beranak yang dinamainya Indrajit. Di dalam bumi ia berkuasa, beristri Putri Pertiwi Dewi beranak Patala Maharayan. Di laut ia berkuasa, beristri Gangga Mahadewi dan beranak Rawana Gangga Mahasura. Dalam usia 12 tahun anak-anaknya diangkatnya menjadi raja. Di Serandib sendiri Rawana mendirikan istana kerajaan besar, Langkapuri. Semua kerajaan di permukaan bumi (alam dunia) takluk kepadanya kecuali kerajaan Indrapuri, Birukasyapurwa, Lakurkatakina, dan negeri Aspahaboga.
Sepeninggal Rawana, Negeri Indrapurinegara, Bermaraja, kakek Rawana meninggal digantikan oleh Badanul. Setelah Badanul meninggal, naik tahtalah Raja Citrabaha, ayah Rawana. Citrabaha memiliki tiga orang anak, yaitu Kumbakarna, Bibusanam, dan Surapandaki. Citrabaha meninggal digantikan oleh Naruna. Naruna meninggal digantikan oleh Raja Syaksya.
Alkisah, terjadi permusuhan antara kerajaan Biruhasyapurwa dengan kerajaan Indrapurinegara. Citrabaha menyerang Birukasyapurwa dan membunuh keluarga raja Datikawaca. Balikasya, anak adik Datikawaca, naik takhta. Setelah mengembalikan kejayaan Birukasyapurwa, Balikasya ingin membalas dendam, menyerang kerajaan Indrapuranegara. Untuk itu, Balikasya mengutus Sipanjalma dan hulubalang lainnya, menyelidiki negeri Indrapuranegara. Dalam penyelidikannya Sipanjalma meracuni menteri dan hulubalang musuh. Setelah meninggalkan surat tantangan, Sipanjalma mengundurkan diri ke negerinya. Sardal dan Kemendekata atas suruhan Raja Syaksya, mengejar Sipanjalma ke Biruhasyapurwa. Terjadilan perang besar-besaran. Rawana berusaha dan berhasil mendamaikan peperangan antara kerajaan-kerajaan tersebut.
Alkisah pula, Dasarata Raman cucu Nabi Adam dari Dasarata Cakrawati, menikah dengan putri Mandudari, anak Mahabisnu. Dari perkawinan mereka, lahirlah Sri Rama dan Laksmana. Sebagai balas jasa atas pertolongannya, Dasarata juga mengawini Baliadari. Dari baliadari Dasarata dikaruniai dua orang anak, yaitu Berdana dan Citradana.
Rawana mendengar kabar bahwa Dasarata memiliki seorang istri yang sangat cantik. Merasa tertarik, dia menemui Dasarata dan meminta Mandudari. Tanpa sepengetahuan suaminya, Mandudari berusaha menciptakan Mandudari tiruan. Mandudari tiruan inilah yang diberikan Dasarata kepada Rawana. Dengan menyamar sebagai anak-anak, Dasarata menemuni Mandudari tiruan. Pada malam harinya, Dasarata kembali ke wujud aslinya dan bersetubuh dengan Mandudari tiruan. Pagi hari Dasarata kembali menjadi anak-anak dan pulang.
Beberapa bulan kemudian Mandudari tiruan melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik. Akan tetapi, karena ramalan Bibusyanam, saudaranya, bahwa suami anak tersebut akan membahayakannya, anak perempuan tersebut dimasukkan ke dalam lung besi dan dibuangnya ke laut.
Lung besi itu hanyut ke laut negeri Darwatipura dan ditemukan oleh raja negeri itu, Maharaja Kala. Dengan serta merta air susu istrinya, Minuram Dewi pun terpancar. Putri temuannya itu dinamai oleh Maharaja Kala Sita Dewi. Maharaja Kala menamam 40 pohon lontar berbanjar dan berkata, “barang siapa yang berhasil memanah 40 pohon lontar tersebut dengan sekali panah, maka putri itu akan diberikan kepadanya”.
Mencapai usia 12 tahun, Sita Dewi tumbuh dan termashur sebagai putri Maharaja Kala yang sangat cantik. Banyak putra raja yang datang memintanya untuk dijadikan istri. Maka Maharaja Kala mengumumkan bahwa siap yang dapat memanah 40 pohon lontar yang ditanamnya dalam sekali panah, maka Sita Dewi akan diberikan kepadanya. Dalam sayembara itu, atas panggilan langsung Maharaja Kala, Sri Rama datang mengikuti sayembara. Sri Rama memenangkan sayembara. Akhirnya Sri Rama menikah dengan Sita Dewi.
Setelah berhasil melewati peperangan dengan empat anak raja yang sama-sama menginginkan Sita Dewi, Sri Rama memutuskan untuk tinggal di hutan Dalinam, artinya rimba manikam. Mereka ditemani oleh Laksmana. Di hutan itu, Sri Rama dan Sita Dewi mandi di kolam jernih Kala Sehari Bunting. Serta merta mereka jadi kera. Pada saat menjadi kera itu mereka melakukan hubungan intim. Akibatnya, kata Laksmana, Sita akan melahirkan seekor kera. Dengan diurut, akhirnya Sita Dewi mengeluarkan manikam melalui kerongkongannya. Dengan bantuan Bayu Bata, manikam yang telah dibungkus dengan daun budi, dimasukkan ke dalam mulut Dewi Anjani yang sedang bertapa. Akhirnya Dewi Anjani melahirkan seorang anak laki-laki serupa kera yang dinaminya Hanuman.
Merasa sakit hati karena hidung Surapandaki, saudaranya, dirumpungkan oleh Laksmana, Rawana berniat membalas dendam melalui Sita Dewi. Dengan akal dan kesaktiannya, Rawana menculik Sita Dewi.
Dalam perjalanannya mencari Sita Dewi, Sri Rama bertemu dengan bangau yang memberikan kabar bahwa istrinya diculik Rawana. Sri Rama juga bertemu dengan Jentayu yang melawan Rawana ketika Rawana menculik Sita Dewi. Rawana juga bertemua dengan Sugriwa serta Baliraja. Pada saat di Negeri Lakurkatakina, negeri baliraja itu, datanglah Citradana dan Berdana, dua saudaranya dari negeri Indrapura. Mereka datang untuk mengabarkan kematian ayah mereka, Dasarata, dan ingin menjemput Sri Rama agar bersedia menjadi raja di Inderapuri. Sri Rama menolaknya.
Di negeri Lakurkatakina, Sri Rama memperoleh bantuan. Di sini Sri Rama bertemu dengan Hanuman, anaknya yang lahir melalui Dewi Anjani. Hanuman pula yang disuruhnya untuk menyelidiki keadaan Sita Dewi di Langkapuri . Di Langkapuri Hanuman membakar semua istana kecuali tempat tinggal Sita Dewi. Kalau pada saat pergi bertumpukan lengan Sri Rama, maka ketika pulang Hanuman bertumpukan batu kecil di bukit Serandib.
Berdasarkan informasi hasil penyelidikan Hanuman, Sri Rama memutuskan untuk menyerang negeri Rawana itu. Untuk menyeberang ke Langkapuri, dibuatlah tambak dan jembatan penyeberangan. Dalam pekerjaan itu Sri Rama dibantu oleh Maharesi Sahagentala. Setelah tambak dan jembatan penyeberangan selesai dibangun, dimulailah penyeberangan ke Langkapuri dan pecahlah perang antara pihak Sri Rama dan pihak Rawana. Betapa banyaknya rakyat dan prajurit dari kedua belah pihak yang gugur dalam peperangan itu. Sri Rama sendiri berhasil membinasakan Kumbakarna, Badubisa, Patala Marayan, Gangga Mahasura, Indrajit, dan Mulamatani.
Dalam peperangan itu, Sri Rama keluar sebagai pemenang. Dengan begitu Sri Rama berhak menguasai Langkapuri dan menjadi raja yang kedaulatannya sangat luas. Ucapan selamat datang dari kerajaan-kerajaan lain, antara lain dari Maharaja Kala dari negeri Darwati dan Citradana serta Berdana, saudaranya, dari negeri Mandupuranegara. Karena ragu akan kesuciannya, Sita Dewi diuji Sri Rama dengan cara dibakar. Ternyata Sita Dewi tidak terbakar sedikit pun. Artinya, Sita Dewi masih suci.
Atas saran Bibusanam, Sri Rama mendirikan negeri baru, yaitu negeri Daryapuranegara. Adapun kerajaan Langkapuri dikuasakan kepada Jamumenteri. Di negeri baru itu, Sri Rama mendirikan pemerintahan yang adil dan makmur. Pada saat itu pula, Sita Dewi hamil atas upaya Maharesi Kala. Namun, Sita Dewi dipitnah Kikuwi, adik Sri Rama, sehingga Sita Dewi pergi dan menetap selama 12 tahun di negeri Darwati, bersama Maharesi Kala. Dalam pembuangannya itu Sita Dewi melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Tilawi. Karena kehilangan Tilawi, saat diasuhnya, Maharesi Kala menciptakan seorang anak laki-laki lain yaitu Gusi yang segalanya persis Tilawi. Kedua anak tersebut akhirnya hidup bersama seperti dua saudara kandung.
Setelah sekian lama, Sri Rama mmenyadari kekeliruannya. Menurut keyakinannya Sita Dewi tidak bersalah. Justru Kikuwilah yang bersalah. Karena itu, Sri Rama menjemput Sita Dewi. Sri Rama dan Sita Dewi dikawinkan lagi dengan upacara kebesaran. Mereka kembali ke negeri Daryapuranegara, hidup rukun dan bahagia di negeri yang adil makmur.
Dalam kondisi yang sentosa itu, Sri Rama mengawinkan Tilawi dengan putri Indra Kusuma Dewi, anak Indrajit. Sedangkan Gusi dikawinkan dengan Gangga Surani Dewi, putri Gangga Mahasura. Adapun Hanuman menolak untuk dikawinkan dengan putri Balikasya dari negeri Biruhsyapurwa.
Hanuman sempat berperang dengan Tilawi dan Gusi. Peperangan terjadi karena Hanuman menodai istri muda Tilawi, Sendari Dewi. Peperangan terhenti karena Sri Rama turun tangan mendamaikan mereka.
Setelah kejadian itu, Sri Rama mengasingkan diri bertapa di Indipuri bersama Sita Dewi. Di sana Sri Rama ditemani Laksmana dan Hanuman. Dalam masa pertapaan Sri Rama dan Sita Dewi mengajari anak-anaknya tentang tata tertib kerajaan. Demikian juga raja-raja lain banyak yang datang menemuinya. Setelah hampir selama empat puluh tahun, Sri Rama akhirnya meninggal dunia.

2) Pahamilah isi hikayat di atas
3) Tentukan unsur intrinsik dari hikayat Sri Rama!
a) Tema dan Amanat
b) Alur
c) Latar
4) Menceritakan kembali isi hikayat Sri Rama dengan kata-kata sendiri!











FORMAT PENILAIAN

Nomor Aspek Skor
1 Tem dan Amanat 1-2
2 Alur 1-2
3 Latar 1-2
4 Menceritakan kembali 1-4



NILA SARI HUTASUHUT 209411018
DIK. A REGULER ‘09

prota/prosem

PROGRAM TAHUNAN
SMP NEGERI 275 Jakarta

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VIII
Tahun Pelajaran : 2007 – 2008

SMT STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU KET
1 Mendengarkan
1. Memahami wacana lisan berbentuk laporan membaca Menganalisis laporan 4
3. Menanggapi laporan 2
4. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memintai, membaca cepat 3.3 Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit 2
Membaca
7. Memahami teks drama dan novel remaja 7.1 Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama 4
Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas dan petunjuk 4.1 Menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar 2
Berbicara
2. Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan 2.2 Menyampaikan laporan secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar 4
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku telepon dengan membaca memindai 4
Membaca
7. Memahami teks drama dan novel remaja 7.2 Membuat sinopsis novel remaja Indonesia 4
Berbicara
2. Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara 4
Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, petunjuk Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan bahasa baku 2
Mendengarkan
5. Mengapresiakan pementasan drama 5.1 Menanggapi unsur pementasan naskah drama 4
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide
4
Berbicara
10. Mengemukakan pikiran, perasaan dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler 10.2 Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun
4
Menulis
4. Mengungkapkan indormasi dalam bentuk laporan, surat dinas dan petunjuk Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif 2
Mendengarkan
5. Mengapresiasikan pementasan drama 5.2 Mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama 4
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah penulisan naskah drama 4
Berbicara
10. Mengemukakan pikiran, perasaan dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler Menyampaikan persetujuan, sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan 4
Membaca
3. Memahami ragam Mendeskripsikan tempat atau arah dalam konteks yang sebenar-benarnya sesuai dengan yang tertera dalam denah 4
Berbicara
6. Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran 6.1 Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa 4
6.2 Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis oleh siswa 4
2 Mendengarkan
9. Memahami isi / berita dari radio / televisi 9.1 Menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar atau ditonton melalui radio / televisi 2
9.2 Mengemukakan pokok-pokok berita yang didengar dan atau ditonton 4
Membaca
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensif dan membaca nyaring Menemukan masalah utama dari beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif 4
Menemukan informasi untuk bahan diskusi melalui membaca intensif 4
Membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas 4
Menulis
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman teks berita, slogan/poster Menulis rangkuman isi buku ilmu pengetahuan populer 4
Menulis teks berita secara singkat, padat dan jelas 4
Menulis slogan / poster untuk berbagai keperluan dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi, serta persuasif 2
Mendengarkan
13. Memahami unsur intrinsik novel remaja (asli/terjemahan) yang dibaca Mengidentifikasi karakter tokoh novel remaja (asli/terjemahan) yang dibacakan 2
Menjelaskan tema dan latar novel remaja (asli/terjemahan) yang dibacakan 4
Mendeskripsikan alur novel remaja (asli/terjemahan) yang dibacakan 2
Berbicara
14. Mengapresiasikan kutipan novel remaja (asli/terjemahan melalui kegiatan diskusi) Mengomentari kutipan novel remaja (asli/terjemahan) 2
Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel remaja (asli/terjemahan) 4
Membaca
15. Memahami buku novel (asli/terjemahan) antologi puisi Menjelaskan alur cerita, pelaku dan latar novel remaja (asli/terjemahan) 4
15.2 Mengenali ciri-ciri umum puisi dari buku antologi puisi 4
Menulis
16. Mengungkapkan pikiran, dan perasan dalam puisi Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai 4
Menulis puisi bebas dengan menggunakan unsur persajakan 2
JUMLAH


Jakarta, Juli 2007
Mengetahui
Kepala SMP Negeri 275 Jakarta Guru Mata Pelajaran



Dra.Hj.Adriati,M.M. Dra.Hj.Adriati,M.M.
NIP.131265285 NIP.131265285







PROGRAM SEMESTER
SMP NEGERI 275 JAKARTA

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VIII / 1 (Satu)
Tahun Pelajaran : 2007 – 2008

No KOMPETENSI DASAR Alokasi Waktu BULAN
Juli Agustus September Oktober November Desember
3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 1.1 Menganalisis laporan 4 M
1.2 Menanggapi laporan 2 O
Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit 2 S
7.1 Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama 4
2 4.1 Menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar 2
2.2 Menyampaikan laporan secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar 4
Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku telepon dengan membaca memindai 4
7.2 Membuat sinopsis novel remaja Indonesia 4
Ulangan Harian 1
3 2.1 Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara
Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan bahasa baku 2
5.1 Menanggapi unsur pementasan naskah drama 4
8.1 Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide 4
Ulangan Harian 2 2
4 Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun 4
Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif 2
5.2 Mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama 4
8.2 Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah penulisan naskah drama 4
5 Menyampaikan persetujuan, sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan 4
Mendeskripsikan tempat atau arah dalam konteks yang sebenar-benarnya sesuai dengan yang tertera dalam denah 4
6.1 Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa 4
6.2 Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis oleh siswa 4
Ulangan Harian 3 2
Ulangan Umum 4


Mengetahui, Jakarta, Juli 2007
Kepala SMP Negeri 275 Jakarta Guru Mata Pelajaran



Dra.Hj.Adriati,M.M. Dra.Hj.Adriati,M.M.
NIP.131265285 NIP.131265285




PROGRAM SEMESTER
SMP NEGERI 275 JAKARTA

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VIII / 2 (DUA)
Tahun Pelajaran : 2007 – 2008


No KOMPETENSI DASAR Alokasi Waktu BULAN
Januari Februari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. 9.1 Menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi 2 LIBUR SMT 1 UJIAN NASIONAL UJIAN SEKLAH ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP
9.2 Mengemukakan kembali yang didengar/ditonton melalui radio/televisi 4
11.1 Menemukan maslah utama dan berbagai berita yang bertopik sama melalui membaca intensif 4
11.2 Menemukan informasi untuk bahan diskusi melalui membaca intensif 4
11.3 Membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang keras 4
Ulangan Harian 1 2
2 12.1 Menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer 4
12.2 Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas 4
12.3 Menulis slogan/poster untuk berbagai keperluan dengan pilihan berita 2
3 13.1 Mengidentifikasi karakter tokoh novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 2
Ulangan Mid Semester 4
13.2 Menjelaskan tema dan latar novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 4
13.3 Mendeskripsikan alur novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 2
Ulangan Harian 2
14.1 Mengomentari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) 2
14.2 Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) 4
4 15.1 Menjelaskan alur cerita, pelaku dan latar novel remaja (asli atau terjemahan) 4
15.2 Mengenali ciri-ciri umum puisi dari buku antologi puisi 4
16.1 Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang sesuai 4
16.2 Menulis puisi bebas dengan memperhatikan persajakan 2
Ulangan Harian 3 2
Cadangan 4



Mengetahui, Jakarta, Juli 2007
Kepala SMP Negeri 275 Jakarta Guru Mata Pelajaran



Dra.Hj.Adriati,M.M. Dra.Hj.Adriati,M.M.
NIP.131265285 NIP.13126528